Tim SAR Gabungan – Kabar baik datang dari proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan dua penumpang dalam keadaan selamat setelah beberapa hari bertahan di tengah lautan. Penemuan tersebut menjadi perkembangan penting dalam operasi kemanusiaan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Dengan di temukannya dua korban tersebut, jumlah penyintas yang berhasil di evakuasi terus bertambah. Meski demikian, upaya pencarian belum berakhir karena masih terdapat belasan penumpang yang belum di ketahui keberadaannya. Berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga nelayan setempat, terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk memperluas area pencarian.
Tim SAR Berhasil Menemukan Dua Penumpang dalam Kondisi Selamat
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa dua korban KM Nurul Salsa berhasil ditemukan dalam kondisi hidup pada Minggu (19/7/2026). Penemuan tersebut merupakan hasil dari operasi pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di wilayah perairan sekitar Kepulauan Selayar.
Berdasarkan data terbaru, KM Nurul Salsa di ketahui mengangkut sebanyak 78 penumpang saat insiden terjadi. Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 59 orang telah di pastikan selamat, satu orang di nyatakan meninggal dunia, sementara 18 penumpang lainnya masih berada dalam daftar pencarian.
Memasuki hari kelima operasi SAR, tim memperluas wilayah penyisiran hingga mencapai sekitar 1.305 nautical mile persegi. Area pencarian di bagi menjadi empat sektor agar proses penyisiran lebih efektif dan menjangkau lokasi-lokasi yang di perkirakan menjadi jalur hanyut para korban.
Operasi tersebut melibatkan berbagai armada laut, di antaranya KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin-877, serta KRI Hiu-634. Selain itu, personel dari TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, hingga kapal-kapal nelayan juga ikut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan tersebut.
Korban Bertahan Menggunakan Gabus Selama Hanyut di Laut
Kepolisian Resor Kepulauan Selayar memastikan bahwa dua korban yang di temukan merupakan penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada Rabu (15/7/2026).
Informasi mengenai penemuan korban di peroleh melalui koordinasi antara aparat kepolisian dengan pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabalana. Berdasarkan laporan yang di terima, kedua korban di temukan sekitar pukul 13.00 WITA oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 yang berasal dari Kabupaten Pangkep.
Lokasi penemuan berada di sekitar perairan Pulau Sanipa, wilayah Kepulauan Sabalana. Setelah berhasil di evakuasi dari laut, kedua korban langsung di bawa menuju Pulau Matala’ang yang berada di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Kedua penyintas di ketahui merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saat di temukan, keduanya masih mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan selembar gabus sebagai alat apung serta mengenakan jaket pelampung. Kondisi tersebut di duga menjadi faktor penting yang membantu mereka bertahan selama beberapa hari terombang-ambing di lautan.
Kesaksian Korban Ungkap Kondisi Tragis di Tengah Laut
Keterangan awal dari kedua korban memberikan gambaran mengenai situasi yang mereka alami setelah kapal tenggelam. Mereka mengaku sempat bertahan bersama lima orang lainnya dengan menggunakan satu lembar gabus sebagai tempat mengapung.
Namun, selama beberapa hari hanyut di laut lepas, kondisi para korban semakin memburuk. Tiga orang yang sebelumnya bersama mereka di duga meninggal dunia akibat kelelahan dan berbagai faktor lain selama menunggu pertolongan datang.
Dalam kondisi yang sangat sulit, kedua penyintas mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah dua malam berlalu. Keputusan tersebut di ambil karena kondisi jenazah mulai mengalami pembusukan.
Hingga kini, identitas ketiga korban yang di duga meninggal dunia tersebut masih belum dapat di pastikan. Aparat berencana melakukan pendalaman lebih lanjut setelah kondisi kesehatan kedua penyintas membaik dan memungkinkan untuk di mintai keterangan secara lebih rinci.

Perkembangan Operasi SAR Laka Kapal KM Nurul Salsa yang mati mesin dan tenggelam di perairan sebelah Barat Pulau Polassi, Kab. Kepulauan Selayar, Sulsel.
Korban Mendapat Penanganan Medis, Pencarian Terus Di lanjutkan
Setelah di evakuasi oleh kapal nelayan, kedua korban segera di pindahkan ke KRI Marlin-877 agar memperoleh pertolongan pertama. Tim kesehatan yang berada di atas kapal langsung memberikan pemeriksaan medis serta penanganan awal untuk memastikan kondisi keduanya tetap stabil.
Selanjutnya, kedua penyintas di bawa menuju Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, guna mendapatkan perawatan medis lanjutan di fasilitas kesehatan setempat.
Sementara itu, operasi pencarian tidak di hentikan. Tim SAR bersama personel KRI Marlin-877 kembali melanjutkan penyisiran pada sore hari dengan fokus utama mencari tiga korban yang di duga sempat bersama kedua penyintas sebelum akhirnya terpisah.
Seluruh unsur yang terlibat terus melakukan koordinasi guna mempercepat proses pencarian terhadap penumpang yang hingga kini masih belum di temukan.
Kronologi Tenggelamnya KM Nurul Salsa
KM Nurul Salsa di ketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut sebanyak 78 penumpang dalam perjalanan menuju tujuan akhir.
Di tengah pelayaran, kapal di laporkan mengalami gangguan pada mesin. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi situasi darurat hingga akhirnya kapal tenggelam di wilayah perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Sejak insiden terjadi, operasi pencarian terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi serta dukungan masyarakat pesisir. Fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban yang masih di nyatakan hilang sehingga seluruh penumpang dapat di pastikan keberadaannya.
Kesimpulan
Penemuan dua korban KM Nurul Salsa dalam keadaan selamat menjadi kabar yang memberikan harapan di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung. Hingga kini, sebanyak 59 penumpang telah berhasil di selamatkan, satu korban di nyatakan meninggal dunia, sementara 18 lainnya masih dalam proses pencarian. Dengan dukungan armada laut, personel gabungan, serta bantuan nelayan setempat, upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan seluruh korban secepat mungkin.