Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa keputusan Presiden untuk melaksanakan Salat Id di Aceh bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Menurut Muzani, momentum Hari Raya Idul Fitri di manfaatkan Presiden untuk menunjukkan kebersamaan dengan warga, khususnya mereka yang masih berada di pengungsian akibat bencana yang melanda wilayah Sumatera pada akhir tahun sebelumnya.
Pemerintah Perkuat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di Sumatera, termasuk di Aceh, telah dilakukan secara serius sejak awal kejadian. Upaya tersebut mencakup langkah rehabilitasi hingga rekonstruksi infrastruktur dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Ia menyebutkan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan daerah-daerah terdampak seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dapat kembali pulih seperti kondisi sebelumnya.
Proses pembangunan kembali saat ini masih berlangsung, dengan berbagai program yang di rancang untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. Kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak di harapkan menjadi dorongan moral sekaligus simbol dukungan negara terhadap warganya.
Pesan Persatuan dan Kerukunan di Hari Raya Idul Fitri
Dalam kesempatan yang sama, Muzani juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Menurutnya, Idul Fitri merupakan momen yang tepat untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut di nilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kedamaian nasional.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta saling membantu sesama. Terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Presiden Prabowo Subianto tiba jelang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026).
Harapan Indonesia Terhindar dari Bencana
Muzani turut menyampaikan harapan agar Indonesia senantiasa di jauhkan dari berbagai bentuk bencana dan malapetaka. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi bencana.
Ia juga menekankan bahwa kontribusi kecil dari setiap individu dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan bersama. Terutama dalam membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Salat Id di Masjid Istiqlal Dihadiri Pejabat Tinggi Negara
Sementara itu, di Jakarta, pelaksanaan Salat Idul Fitri terpusat di Masjid Istiqlal yang di hadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, turut melaksanakan salat bersama masyarakat dan di dampingi oleh putranya.
Selain itu, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara juga hadir dalam pelaksanaan ibadah tersebut. Menunjukkan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan.
Salat Id di Masjid Istiqlal di mulai pada pukul 07.00 WIB dengan khatib yang menyampaikan khutbah bertema “Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”. Tema ini menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan memperbanyak amal kebaikan.
Momentum Idul Fitri Perkuat Kepedulian Sosial
Perayaan Idul Fitri tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kehadiran Presiden di Aceh menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah rakyat, terutama saat menghadapi musibah.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, di harapkan masyarakat Indonesia dapat terus menjaga persatuan serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.