FIFA ASEAN Cup 2026 – Perjalanan Timnas Indonesia untuk memperbaiki posisi di tingkat dunia belum berhenti. Setelah mengalami kenaikan ranking dalam beberapa tahun terakhir, skuad Garuda kembali memiliki kesempatan untuk mengumpulkan hasil positif ketika tampil dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen yang berlangsung pada penghujung September hingga awal Oktober 2026 tersebut. Jakarta dan Bandung menjadi kota penyelenggara pertandingan.
Pada fase grup, Indonesia masuk Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Nama terakhir masuk sebagai peserta pengganti setelah India memilih mundur dari kompetisi.
Bermain di dalam negeri memberikan kesempatan bagi skuad Garuda untuk memaksimalkan setiap pertandingan. Selain memburu prestasi dalam turnamen, Indonesia juga memiliki kepentingan menjaga perkembangan positif yang telah terlihat dalam ranking FIFA.
Indonesia Kini Berada di Peringkat 118 Dunia
Perubahan posisi Indonesia dalam ranking FIFA cukup terlihat apabila di bandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya. Pada April 2023, skuad Garuda masih menghuni peringkat ke-149 dunia.
Secara bertahap, posisi tersebut terus membaik hingga Indonesia kini berada di urutan ke-118. Dengan demikian, skuad Merah Putih telah mengalami kenaikan sebanyak 31 tingkat.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali melihat perkembangan tersebut sebagai gambaran dari hasil yang diperoleh Indonesia serta kualitas pertandingan internasional yang di jalani.
Walaupun menunjukkan kemajuan, posisi ke-118 belum menjadi tujuan akhir. Tantangan Indonesia berikutnya adalah memangkas jarak menuju kelompok 100 negara terbaik dalam ranking FIFA.
Menurut Akmal, perjalanan dari peringkat 149 menuju 118 patut di lihat sebagai perkembangan. Namun, masih terdapat pekerjaan besar apabila Indonesia ingin merealisasikan target masuk 100 besar dunia.
Ranking Timnas Indonesia Naik dalam Tiga Era Pelatih
Kenaikan peringkat Indonesia berlangsung melewati beberapa periode kepelatihan. Sejak Erick Thohir mulai memimpin PSSI pada April 2023, tiga pelatih telah mendapatkan kesempatan menangani Timnas Indonesia.
Mereka adalah Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman. Masing-masing menangani skuad Garuda pada periode berbeda dan ikut mewarnai perjalanan Indonesia dalam memperbaiki posisi di ranking dunia.
Pada periode Shin Tae-yong, posisi Indonesia bergerak cukup jauh. Ketika periode tersebut di mulai pada April 2023, Indonesia tercatat berada di ranking 149 dunia.
Saat masa kepelatihan Shin berakhir pada Januari 2025, skuad Garuda sudah mencapai posisi ke-127. Artinya, terdapat peningkatan 22 tingkat dalam rentang tersebut.
Patrick Kluivert kemudian mengambil alih kursi pelatih. Selama menangani Indonesia dari Januari sampai Oktober 2025, posisi Garuda kembali mengalami perbaikan.
Indonesia yang sebelumnya berada di peringkat ke-127 berhasil mencapai urutan ke-122. Dengan demikian, terdapat kenaikan lima posisi selama periode Kluivert.
Perjalanan tersebut berlanjut ketika John Herdman mulai menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026. Sejak kedatangannya, Indonesia kembali bergerak naik dari posisi 122 hingga mencapai ranking 118 dunia.

Timnas Indonesia berpose jelang laga melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga Timnas Indonesia vs Mozambik berlangsung pada Selasa (9/6/2026).
Ranking FIFA Bukan Sekadar Angka
Meski grafik peringkat menunjukkan perkembangan, Akmal mengingatkan bahwa angka ranking tetap harus di lihat dalam konteks yang tepat.
Posisi suatu negara tidak berdiri sendiri karena sistem ranking FIFA mempertimbangkan hasil pertandingan internasional. Kemenangan, hasil imbang, maupun kekalahan dapat memengaruhi jumlah poin yang di miliki sebuah tim nasional.
Oleh sebab itu, setiap pertandingan memiliki konsekuensi terhadap perjalanan sebuah negara dalam ranking dunia. Pertemuan dengan tim yang memiliki posisi lebih tinggi juga menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan level kompetitif Timnas Indonesia.
Situasi tersebut membuat agenda pertandingan internasional memiliki nilai strategis. Indonesia membutuhkan pertandingan berkualitas agar perkembangan tim tidak hanya terlihat melalui angka ranking, tetapi juga tercermin melalui kemampuan bersaing menghadapi lawan yang kompetitif.
Kalender Internasional Perlu Disusun Lebih Berkualitas
Kemajuan yang sudah diperoleh dapat menjadi landasan untuk menyusun langkah berikutnya. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah bagaimana Indonesia menentukan agenda pertandingan internasional.
Kalender pertandingan yang berkualitas dapat memberikan manfaat lebih luas bagi skuad Garuda. Selain membuka kesempatan memperoleh poin ranking, pertandingan kompetitif dapat membantu pemain mendapatkan pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan.
Strategi semacam itu juga penting apabila Indonesia ingin mempertahankan perkembangan dalam jangka panjang. Mengejar 100 besar dunia membutuhkan konsistensi sehingga tidak cukup hanya mengandalkan hasil dari beberapa pertandingan.
Karena itu, peningkatan ranking dapat menjadi salah satu indikator dalam menentukan arah pengembangan prestasi Timnas Indonesia berikutnya.
ASEAN Cup 2026 Jadi Kesempatan Indonesia Melanjutkan Tren
Dalam situasi tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 hadir pada waktu yang penting bagi perjalanan skuad Garuda. Turnamen ini memberi Indonesia kesempatan kembali menjalani pertandingan internasional sekaligus menguji konsistensi setelah mencapai peringkat 118 dunia.
Persaingan Grup A akan mempertemukan Indonesia dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Setiap lawan tentu menawarkan tantangan yang berbeda bagi skuad Garuda.
Status sebagai tuan rumah juga menjadi faktor yang dapat di manfaatkan. Bermain di Jakarta dan Bandung membuat Indonesia menjalani turnamen di hadapan publik sendiri.
Namun, kepentingan Indonesia dalam turnamen tersebut tidak hanya berkaitan dengan posisi ranking. Performa selama kompetisi juga dapat menjadi ukuran perkembangan tim setelah melewati pergantian tiga pelatih dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanan dari posisi 149 menuju 118 menunjukkan adanya perubahan dalam posisi Indonesia di sepak bola dunia. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi tersebut sekaligus memperkecil jarak menuju target 100 besar.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi salah satu tahapan yang dapat di manfaatkan dalam proses tersebut. Apabila Indonesia mampu menjaga performa dan memperoleh hasil positif, skuad Garuda berpeluang melanjutkan tren peningkatan yang sudah di bangun dalam beberapa tahun terakhir.