Secara keseluruhan, penjualan EV dunia pada Maret 2026 mencapai sekitar 1,75 juta unit. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 66 persen di bandingkan Februari 2026, serta tumbuh 3 persen di banding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa minat terhadap kendaraan listrik kembali menguat di tengah dinamika ekonomi dan energi global.
Eropa Catat Rekor Penjualan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kawasan Eropa menjadi sorotan utama dalam lonjakan penjualan EV kali ini. Dalam satu bulan, wilayah ini berhasil mencatatkan penjualan hingga 500 ribu unit kendaraan listrik. Secara tahunan, angka tersebut meningkat drastis hingga 37 persen, sekaligus menjadi rekor bulanan tertinggi dalam sejarah pasar EV di kawasan tersebut.
Peningkatan pesat di Eropa tidak terlepas dari kondisi geopolitik yang memengaruhi harga energi. Gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Timur Tengah mendorong kenaikan harga bahan bakar konvensional. Situasi ini membuat konsumen beralih ke kendaraan listrik yang di nilai lebih efisien dan stabil dari sisi biaya operasional.
Selain faktor harga energi, kebijakan pemerintah juga memainkan peran penting. Berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol memperkuat dukungan terhadap kendaraan listrik melalui insentif, subsidi, serta regulasi ramah lingkungan. Kombinasi antara tekanan ekonomi dan kebijakan pro-EV ini menjadi katalis utama pertumbuhan di kawasan Eropa.
China dan Amerika Utara Mengalami Tekanan Pasar
Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di China yang selama ini menjadi kontributor terbesar secara global justru menghadapi tantangan. Meskipun terjadi perbaikan secara bulanan, secara keseluruhan penjualan masih menunjukkan penurunan jika di bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah perubahan kebijakan pemerintah, termasuk berakhirnya berbagai program insentif yang sebelumnya mendorong pertumbuhan pesat. Penyesuaian ini membuat laju adopsi EV di China mengalami perlambatan sementara.
Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Utara. Wilayah ini mencatat penurunan penjualan secara tahunan, yang di picu oleh berakhirnya insentif pajak serta perubahan kebijakan terkait emisi kendaraan. Meskipun terdapat sedikit peningkatan di banding bulan sebelumnya, pasar di kawasan ini masih belum menunjukkan kestabilan yang kuat.

Akali Tarif Uni Eropa, BYD Ekspor Langsung Mobil Listrik dari Thailand
Pasar Non-Tradisional Tunjukkan Pertumbuhan Agresif
Menariknya, pertumbuhan paling mencolok justru datang dari pasar di luar tiga kawasan utama, yaitu China, Eropa, dan Amerika Utara. Sejumlah negara mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik.
Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Vietnam, dan Thailand mencatat lonjakan permintaan yang cukup tinggi. Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi terbatas pada pasar utama, melainkan mulai merambah ke wilayah non-tradisional dengan potensi pertumbuhan yang besar.
Ekspansi ini mengindikasikan perubahan lanskap industri otomotif global, di mana adopsi teknologi kendaraan listrik semakin meluas dan merata. Faktor seperti peningkatan kesadaran lingkungan, dukungan kebijakan, serta ketersediaan model yang lebih beragam menjadi pendorong utama pertumbuhan di negara-negara tersebut.
Tren Positif Perkuat Masa Depan Kendaraan Listrik
Lonjakan penjualan pada Maret 2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan industri kendaraan listrik. Meskipun masih terdapat tantangan di beberapa pasar utama, pertumbuhan yang terjadi secara global menunjukkan bahwa transisi menuju mobilitas berkelanjutan terus berlangsung.
Dengan dukungan kebijakan yang semakin kuat, inovasi teknologi, serta meningkatnya kesadaran konsumen, kendaraan listrik di perkirakan akan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan.