Peneliti independen, Ravio Patra, menegaskan bahwa investigasi yang di lakukan tidak di maksudkan untuk menggantikan proses hukum yang sedang berjalan oleh aparat penegak hukum. Ia menyebut, hasil penyelidikan ini justru di harapkan dapat melengkapi proses tersebut.
Menurut Ravio, tim investigasi bekerja secara mandiri tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk TAUD. Ia memastikan bahwa seluruh temuan di peroleh berdasarkan metode penelitian independen yang objektif dan tidak di pengaruhi kepentingan tertentu.
Metode Investigasi: Analisis CCTV dan Rekonstruksi Kronologi
Dalam proses pengumpulan data, tim menggunakan pendekatan analisis rekaman CCTV dengan metode pemetaan terbalik. Teknik ini di lakukan dengan menelusuri kejadian mulai dari waktu setelah insiden hingga beberapa jam sebelum peristiwa terjadi.
Rekaman CCTV yang di analisis berasal dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian, termasuk area kantor YLBHI dan kawasan sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penelusuran tersebut, tim berhasil menyusun kronologi pergerakan para pelaku secara lebih sistematis.
Ravio menjelaskan bahwa pola pergerakan para OTK menunjukkan adanya koordinasi yang terstruktur. Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut bukan tindakan spontan, melainkan telah di rencanakan sebelumnya.
Pembagian Peran: Dari Eksekutor hingga Tim Pengintai
Berdasarkan hasil investigasi, 16 OTK yang teridentifikasi di bagi ke dalam beberapa kelompok dengan fungsi masing-masing. Kelompok pertama merupakan tim eksekutor yang terdiri dari lima orang yang diduga terlibat langsung dalam pelaksanaan serangan.
Selanjutnya terdapat kelompok pengintai jarak dekat yang berjumlah lima orang. Mereka di duga bertugas memantau situasi di sekitar lokasi dan memastikan kondisi aman sebelum aksi dilakukan.
Selain itu, tim juga mengidentifikasi peran lain seperti pemandu lokal, koordinator lapangan, hingga pengintai jarak jauh. Struktur ini menunjukkan adanya pembagian tugas yang rapi, yang mengindikasikan operasi di lakukan secara terorganisir.
Indikasi Keterlibatan Sipil dalam Aksi Terencana
Salah satu temuan penting dalam investigasi ini adalah dugaan keterlibatan pihak sipil dalam aksi tersebut. Hal ini di dasarkan pada penelusuran terhadap salah satu OTK yang menggunakan helm kuning dan di duga memiliki kendaraan yang terdaftar secara sipil.
Ravio menyebut bahwa indikasi ini menjadi poin krusial yang perlu di dalami lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Ia juga menambahkan bahwa masih terdapat kemungkinan adanya pelaku lain yang belum teridentifikasi dalam penyelidikan awal ini.
Dengan demikian, hasil investigasi ini tidak hanya membuka fakta baru, tetapi juga menunjukkan bahwa jaringan pelaku kemungkinan lebih luas dari yang telah terdeteksi.

Foto: TAUD identifikasi 16 OTK di duga terlibat kasus penyiraman air keras Andrie Yunus
Bukti Visual dan Barang Bukti Perkuat Dugaan
Dalam pemaparan hasil investigasi, tim juga menampilkan sejumlah rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas para OTK di berbagai titik, seperti kawasan Taman Diponegoro dan sekitar kantor YLBHI di Jakarta Pusat.
Selain itu, terdapat pula dokumentasi barang bukti yang di duga di gunakan dalam aksi, seperti wadah air keras dan helm pelaku yang terkena cairan tersebut. Tim juga mengidentifikasi sejumlah kendaraan yang di duga di gunakan, yakni 13 sepeda motor dan dua mobil.
Barang milik korban juga turut di analisis, termasuk helm, tas, pakaian, kacamata, hingga kondisi sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat cairan keras.
Daftar OTK dan Peran yang Teridentifikasi
Dalam laporan tersebut, tim investigasi merinci identitas sementara dan peran masing-masing OTK. Dua di antaranya di duga sebagai eksekutor utama, sementara lainnya berperan sebagai pemantau, pengawal, hingga koordinator lapangan.
Beberapa identitas masih dalam tahap penelusuran, dengan ciri-ciri yang di identifikasi berdasarkan rekaman visual, seperti pakaian, atribut, hingga lokasi kemunculan mereka sebelum dan saat kejadian.
Dorongan Transparansi dan Pendalaman Kasus
TAUD melalui hasil investigasi ini mendorong agar aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti temuan yang ada secara transparan dan menyeluruh. Mereka berharap proses hukum dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan aktivis dan kebebasan sipil. Oleh karena itu, penyelesaian yang adil dan terbuka di nilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia.