Gaji Guru 2026 – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian sejumlah negara pada 2026. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi tekanan akibat inflasi dan meningkatnya biaya hidup, berbagai pemerintah memutuskan menaikkan gaji serta tunjangan tenaga pendidik sebagai langkah strategis untuk mempertahankan kualitas pendidikan.

Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan guru, tetapi juga menjaga daya beli mereka agar tetap mampu menjalankan tugas secara optimal. Selain itu, kenaikan kompensasi di harapkan mampu menarik lebih banyak talenta berkualitas untuk berkarier di dunia pendidikan.

Sejumlah negara bahkan mengalokasikan anggaran khusus agar penyesuaian gaji dapat di terapkan secara berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan bahwa investasi pada tenaga pendidik di pandang sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Lima Negara yang Resmi Menaikkan Gaji Guru pada 2026

Sepanjang tahun 2026, sedikitnya lima negara mengumumkan kebijakan resmi terkait peningkatan gaji dan tunjangan guru. Berikut rinciannya.

1. Mongolia

Mongolia menjadi salah satu negara dengan kenaikan gaji guru yang cukup signifikan. Pemerintah menaikkan gaji pokok guru sebesar 50 persen mulai Januari 2026. Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan dengan serikat guru, gaji kembali meningkat sebesar 26 persen mulai November 2026.

Dengan kebijakan tersebut, guru sekolah negeri menerima gaji pokok sekitar 2,8 juta Tugrik Mongolia (MNT) setiap bulan atau setara sekitar Rp12,8 juta.

Sementara itu, tenaga pendidik di sekolah internasional maupun sekolah berbahasa Inggris memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, yakni berkisar antara 1,7 juta hingga 9 juta MNT per bulan. Jika di konversikan, nilainya mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp41,6 juta. Selain gaji, sebagian guru juga memperoleh fasilitas tambahan berupa tempat tinggal dan tiket pesawat.

2. Inggris

Pemerintah Inggris juga mengesahkan kenaikan gaji guru mulai September 2026. Skala gaji tenaga pendidik meningkat sebesar 17 persen sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran tambahan sebesar 1,8 miliar poundsterling yang akan di salurkan kepada sekolah selama dua tahun.

Dana tersebut digunakan untuk membantu pembiayaan kenaikan gaji guru dan tenaga pendukung pendidikan. Meski demikian, sekolah tetap diminta melakukan efisiensi anggaran sehingga mampu menanggung sekitar satu persen dari total kenaikan gaji yang di berikan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Inggris dalam menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.

Ilustrasi guru mengajar di kelas dengan informasi kenaikan gaji guru di lima negara sepanjang 2026.

Ilustrasi guru salah satu profesi aman dari AI

3. Vietnam

Vietnam turut melakukan penyesuaian terhadap pendapatan guru melalui kebijakan kenaikan upah minimum nasional.

Pemerintah menerbitkan Keputusan Nomor 161/2026/ND-CP yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Regulasi tersebut meningkatkan upah minimum menjadi sekitar 2,53 juta Dong Vietnam (VND) atau setara sekitar Rp1,55 juta per bulan.

Dampaknya, pendapatan guru ikut mengalami penyesuaian. Guru memperoleh penghasilan sekitar Rp3,26 juta hingga Rp10,54 juta setiap bulan, bergantung pada jenjang pendidikan dan golongan.

Guru sekolah dasar hingga sekolah menengah atas pada Golongan I menerima gaji tertinggi sekitar Rp10,54 juta per bulan. Sementara itu, guru taman kanak-kanak Golongan III memperoleh pendapatan antara Rp3,26 juta hingga Rp7,60 juta per bulan.

Selain kenaikan gaji, pemerintah juga memberikan insentif tambahan bagi guru yang bertugas di wilayah khusus seperti daerah pegunungan, pulau, kawasan perbatasan, dan wilayah minoritas etnis. Besaran tunjangan tersebut dapat mencapai 60 persen dari gaji pokok.

4. Irlandia

Irlandia juga menyesuaikan pendapatan guru melalui kebijakan yang di terbitkan Departemen Pendidikan dan Pemuda.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 0005/2026, kenaikan gaji mulai berlaku sejak 1 Februari 2026 sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Layanan Publik 2024–2026.

Dalam kebijakan tersebut, guru memperoleh tambahan gaji sebesar satu persen atau sekitar 500 euro per tahun. Selain gaji pokok, pemerintah juga meningkatkan berbagai jenis tunjangan, termasuk tunjangan jabatan dan tunjangan kualifikasi.

Persentase kenaikan tersebut turut di terapkan pada tarif honorarium guru yang bekerja berdasarkan jam maupun harian sehingga manfaat kebijakan di rasakan lebih luas oleh tenaga pendidik.

5. Singapura

Singapura menjadi negara berikutnya yang mengumumkan kenaikan gaji bagi tenaga pendidik pada 2026.

Kementerian Pendidikan Singapura (MOE) menyatakan sekitar 36.000 tenaga pendidik akan menerima kenaikan gaji bulanan sebesar 2 hingga 9 persen mulai 1 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut mencakup sekitar 33.000 pegawai pendidikan, 1.700 tenaga pendidik pendamping, serta sekitar 1.100 guru taman kanak-kanak yang berada di bawah naungan MOE.

Pemerintah menjelaskan bahwa penyesuaian remunerasi dilakukan agar profesi guru tetap kompetitif di pasar tenaga kerja. Selain itu, kebijakan ini di harapkan mampu menarik calon guru berkualitas sekaligus mempertahankan tenaga pendidik berpengalaman.

Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menegaskan bahwa guru merupakan elemen utama dalam sistem pendidikan nasional. Oleh sebab itu, evaluasi terhadap gaji dilakukan secara berkala agar kesejahteraan mereka tetap terjaga.

Selain peningkatan pendapatan, pemerintah juga terus memperluas kesempatan pengembangan kompetensi melalui berbagai program pelatihan dan pembelajaran profesional.

Kesejahteraan Guru Dinilai Berdampak pada Mutu Pendidikan

Kebijakan peningkatan gaji guru di berbagai negara turut menjadi perhatian kalangan akademisi di Indonesia.

Pakar pendidikan Prof. Dinn Wahyudin menilai kesejahteraan guru merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, kompensasi yang layak akan berpengaruh terhadap motivasi, fokus, dan performa guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.

Ketika kebutuhan ekonomi tenaga pendidik terpenuhi, mereka dapat lebih berkonsentrasi mendampingi siswa dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.

Selain itu, profesi guru yang menawarkan kesejahteraan memadai juga di nilai lebih menarik bagi generasi muda yang memiliki kemampuan terbaik. Dengan demikian, dunia pendidikan berpeluang memperoleh sumber daya manusia yang lebih kompeten.

Prof. Dinn juga menilai pengalaman sejumlah negara tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam menyusun kebijakan peningkatan kesejahteraan guru. Menurutnya, persoalan kesenjangan pendapatan, terutama bagi guru honorer, masih menjadi tantangan yang perlu segera mendapat perhatian apabila pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.