Preppy style – kembali mendapat perhatian dalam perkembangan tren fesyen. Gaya berpakaian ini menawarkan penampilan rapi dan klasik tanpa memberikan kesan terlalu formal. Karakternya yang fleksibel juga membuat gaya preppy mudah diterapkan untuk berbagai aktivitas.
Inspirasi utama gaya ini berasal dari cara berpakaian pelajar sekolah persiapan dan mahasiswa di lingkungan kampus bergengsi Amerika Serikat. Busana mereka identik dengan potongan rapi yang memadukan unsur elegan dan santai.
Sebutan preppy sendiri berakar dari kata preparatory. Istilah tersebut merujuk pada sekolah persiapan yang menjadi tahap pendidikan sebelum seseorang memasuki perguruan tinggi. Lingkungan tersebut kemudian melahirkan karakter fesyen dengan sejumlah pakaian khas.
Blazer, kemeja berkancing, polo shirt, celana chino, rok lipit, dan loafers menjadi beberapa item yang sering muncul dalam gaya tersebut. Melansir Oui Magazine, Selasa, 4 Agustus 2026, berbagai elemen klasik itu membentuk identitas preppy yang dikenal sampai sekarang.
Perkembangan dunia fesyen membuat preppy tidak lagi melekat pada kelompok mahasiswa tertentu. Banyak orang mulai mengadaptasinya untuk menciptakan penampilan bersih, elegan, serta tidak mudah kehilangan daya tarik.
Potongan sederhana menjadi salah satu kekuatan gaya ini. Pemakainya dapat menggabungkan beberapa pakaian dasar tanpa membutuhkan terlalu banyak detail tambahan. Karakter tersebut membuat preppy cocok untuk berbagai generasi.
Media sosial dan budaya populer ikut mendorong popularitas gaya ini. Kreator konten, figur publik, serta tayangan televisi menghadirkan beragam interpretasi baru terhadap estetika kampus Amerika. Sentuhan kontemporer tersebut membuat gaya preppy semakin mudah disesuaikan dengan karakter personal.
Warna Kalem Menjadi Ciri Khas Preppy Style
Pemilihan warna memiliki peran penting dalam menciptakan penampilan bergaya preppy. Palet yang digunakan biasanya tidak terlalu mencolok. Warna netral dan lembut justru mendominasi karena mampu memberikan kesan bersih.
Navy, beige, putih, krem, camel, serta biru muda menjadi beberapa pilihan yang sering di gunakan. Warna tersebut mudah dipadukan dengan berbagai pakaian sehingga pemakainya dapat menciptakan banyak kombinasi.
Hijau dan cokelat bernuansa kalem juga bisa menjadi pilihan aksen. Kehadiran warna tersebut memberikan variasi tanpa menghilangkan karakter elegan yang menjadi identitas utama preppy.
Motif klasik turut memperkuat penampilan. Pola Glen Check dan tartan kerap menghiasi blazer, rok, maupun pakaian lainnya. Sementara itu, motif argyle banyak ditemukan pada sweater atau rompi rajut.
Garis tipis pada kemeja dan polo shirt juga menjadi pilihan populer. Beberapa pakaian menghadirkan logo berukuran kecil sebagai detail tambahan. Perpaduan motif sederhana dengan warna lembut membuat tampilan tetap menarik tanpa terlihat berlebihan.
Kemeja, Rajut, dan Polo Shirt Menjadi Item Favorit
Preppy style tidak hanya menonjolkan desain pakaian, tetapi juga memperhatikan pemilihan material. Bahan berkualitas membantu menciptakan siluet yang rapi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pemakainya.
Katun, rajut, dan tweed termasuk material yang sering di gunakan. Ketiganya memiliki karakter berbeda, tetapi mampu mendukung penampilan klasik yang menjadi ciri utama gaya tersebut.
Kemeja berkancing merupakan salah satu pakaian dasar yang mudah di kombinasikan. Pemakainya dapat mengenakan kemeja secara langsung untuk tampilan sederhana. Kemeja juga cocok di gunakan sebagai bagian dari teknik layering bersama cardigan atau sweater vest.
Polo shirt memberikan karakter sporty yang terinspirasi dari gaya kampus. Item tersebut dapat di padukan dengan celana chino untuk menghasilkan penampilan santai tetapi tetap rapi.
Sweater berkerah V, cardigan, dan rompi rajut menjadi pilihan lain yang dapat memperkuat nuansa preppy. Modelnya yang sederhana membuat pakaian tersebut tetap relevan meski tren fesyen terus mengalami perubahan.

Beby Tsabina, Rebecca Klopper, dan Syifa Hadju tampil kompak bergaya preppy.
Cara Memadukan Preppy Style agar Tetap Modern
Menerapkan gaya preppy tidak mengharuskan seseorang menggunakan seluruh item klasik secara bersamaan. Pemilihan beberapa elemen utama sudah cukup untuk menghasilkan karakter yang sesuai.
Kemeja berkancing dapat menjadi dasar penampilan. Tambahkan sweater vest atau cardigan untuk memberikan efek berlapis. Kombinasi tersebut cocok di gunakan saat kuliah, bekerja, atau menghadiri kegiatan semi formal.
Untuk suasana yang lebih santai, polo shirt dapat di padukan bersama celana chino dan sneakers. Tambahan blazer bisa mengubah kombinasi tersebut menjadi lebih formal tanpa membuat penampilan terasa kaku.
Pilihan bawahan juga cukup beragam. Celana chino dengan warna navy atau beige mampu memberikan karakter klasik. Jeans berpotongan lurus bisa menjadi alternatif untuk menghadirkan kesan kasual.
Rok lipit menjadi pilihan lain yang identik dengan estetika preppy. Item tersebut dapat di padukan bersama kemeja, cardigan, atau sweater untuk menghasilkan penampilan yang rapi.
Aksesori juga dapat di gunakan sebagai pelengkap. Loafers mampu memberikan sentuhan klasik, sedangkan sneakers sederhana menghadirkan karakter lebih santai dan modern.
Alasan Preppy Style Tetap Relevan
Kemudahan dalam memadukan pakaian menjadi salah satu alasan preppy style terus bertahan. Banyak item dalam gaya tersebut merupakan pakaian dasar yang dapat di gunakan untuk berbagai kesempatan.
Seseorang tidak perlu selalu membeli pakaian baru untuk mengikuti tren ini. Kemeja putih, blazer, celana chino, cardigan, atau sneakers yang sudah tersedia di lemari dapat menjadi dasar untuk menciptakan penampilan preppy.
Karakter sederhana juga membuat gaya ini mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemakainya dapat memasukkan unsur modern tanpa menghilangkan identitas klasik yang menjadi fondasinya.
Keseimbangan antara kenyamanan dan kesan elegan menjadi daya tarik lainnya. Gaya ini bisa di terapkan untuk bekerja, kuliah, menghadiri acara semi formal, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Fleksibilitas tersebut membuat preppy style tidak hanya hadir sebagai tren sesaat. Perpaduan potongan klasik, warna lembut, motif sederhana, dan material nyaman membuat gaya ini tetap menarik untuk di terapkan dalam berbagai kesempatan.