AirTag Gen 2 – Kehadiran AirTag generasi kedua dari Apple Inc. akhirnya resmi menyapa pasar Indonesia setelah sebelumnya di perkenalkan secara global pada Januari 2025. Perangkat pelacak pintar ini kini sudah tersedia melalui distributor resmi Apple di Tanah Air dan menjadi sorotan karena membawa sejumlah peningkatan signifikan di banding versi sebelumnya.
Berdasarkan pantauan terbaru, AirTag generasi terbaru ini di banderol dengan harga Rp 599.000 untuk pembelian satu unit. Sementara itu, opsi pembelian paket empat unit yang biasanya di tawarkan dengan harga lebih ekonomis masih belum tersedia atau di umumkan secara resmi di Indonesia.
Peningkatan Teknologi Pelacakan Lebih Presisi
AirTag generasi kedua hadir dengan pembaruan utama pada sektor teknologi pelacakan. Apple membekali perangkat ini dengan chip Ultra Wideband generasi terbaru yang di rancang untuk meningkatkan akurasi dalam menemukan barang.
Dengan dukungan chip ini, fitur Precision Finding mampu bekerja lebih optimal dan di klaim memiliki jangkauan hingga 50 persen lebih luas di bandingkan versi sebelumnya. Hal ini memberikan kemudahan lebih bagi pengguna dalam melacak barang yang hilang, terutama di area yang lebih luas atau kompleks.
Selain itu, peningkatan juga dilakukan pada teknologi Bluetooth yang kini memiliki performa lebih baik. Kombinasi antara chip Ultra Wideband dan Bluetooth ini memungkinkan AirTag mendeteksi lokasi dengan lebih cepat dan stabil, bahkan dari jarak yang lebih jauh.
Integrasi Lebih Luas dengan Perangkat Apple
Salah satu inovasi menarik pada AirTag generasi kedua adalah kompatibilitasnya yang semakin luas dengan perangkat Apple lainnya. Kini, fitur Precision Finding tidak hanya dapat di akses melalui iPhone, tetapi juga melalui Apple Watch terbaru.
Perangkat seperti Apple Watch Series 9 dan Apple Watch Ultra 2 sudah mendukung fitur ini, selama menggunakan sistem operasi WatchOS versi 26.2.1 atau yang lebih baru. Integrasi ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam melacak barang tanpa harus selalu menggunakan iPhone.
Audio Lebih Kuat untuk Memudahkan Pencarian
Tidak hanya dari sisi jangkauan, Apple juga meningkatkan aspek audio pada AirTag generasi kedua. Perangkat ini kini di lengkapi dengan speaker baru yang mampu menghasilkan suara hingga 50 persen lebih keras di bandingkan generasi sebelumnya.
Dengan peningkatan ini, pengguna dapat lebih mudah menemukan AirTag hanya dengan mengikuti suara yang di hasilkan, terutama ketika barang berada di lokasi tersembunyi atau sulit di jangkau.

Apple membekali AirTag generasi kedua dengan chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua. Chip ini juga di gunakan pada jajaran perangkat iPhone 17, iPhone Air, serta Apple Watch Series 11 dan Apple Watch Ultra 3.
Fitur Berbagi Lokasi yang Lebih Fleksibel
AirTag terbaru juga menghadirkan fitur berbagi lokasi yang lebih canggih. Melalui fitur ini, pengguna dapat membagikan lokasi AirTag secara sementara kepada kontak terpercaya.
Tidak hanya itu, fitur ini juga dapat di manfaatkan untuk kebutuhan tertentu seperti pelacakan bagasi dengan pihak ketiga, termasuk maskapai penerbangan. Saat ini, dukungan tersebut telah mencakup lebih dari 50 maskapai, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi pengguna yang sering bepergian.
Daya Tahan Baterai dan Aspek Privasi Tetap Jadi Prioritas
Untuk sumber daya, AirTag generasi kedua masih menggunakan baterai koin tipe CR2032 yang dapat di ganti dengan mudah. Apple mengklaim bahwa baterai ini mampu bertahan lebih dari satu tahun dalam penggunaan normal. Sehingga tidak memerlukan penggantian yang terlalu sering.
Dari sisi keamanan, Apple tetap menempatkan privasi sebagai prioritas utama. Lokasi AirTag hanya dapat di akses oleh pemilik atau pengguna yang telah di berikan izin. Selain itu, data lokasi tidak di simpan secara langsung di perangkat. Melainkan di enkripsi melalui jaringan Find My untuk menjaga keamanan informasi pengguna.
Desain Lebih Ramah Lingkungan
Selain peningkatan teknologi, Apple juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan AirTag generasi kedua. Perangkat ini menggunakan hingga 85 persen bahan plastik daur ulang pada bagian penutupnya.
Tidak hanya itu, kemasan produk juga di buat dari 100 persen bahan berbasis serat. Sebagai bagian dari komitmen Apple dalam mengurangi dampak lingkungan.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, AirTag generasi kedua hadir sebagai solusi pelacakan yang lebih akurat, efisien, dan ramah lingkungan. Sekaligus memperkuat ekosistem perangkat pintar Apple di Indonesia.