Ekspor Mobil Indonesia – Industri otomotif Indonesia masih memperlihatkan ketahanan di pasar internasional meskipun penjualan kendaraan di dalam negeri mengalami penurunan sepanjang Mei 2026. Kinerja ekspor yang tetap meningkat menjadi indikator bahwa produk otomotif buatan Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di berbagai negara tujuan.

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor kendaraan utuh maupun komponen masih menjadi penopang utama industri otomotif nasional. Di sisi lain, permintaan kendaraan di pasar domestik justru mengalami perlambatan yang cukup signifikan.

Ekspor Mobil CBU Mengalami Peningkatan pada Mei 2026

Berdasarkan catatan Gaikindo, ekspor kendaraan dalam bentuk Completely Built Up (CBU) pada Mei 2026 mencapai 47.560 unit. Jumlah tersebut meningkat sekitar 31,4 persen di bandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 36.207 unit.

Apabila di bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekspor CBU juga masih berada di jalur positif. Pada Mei 2025, volume ekspor kendaraan utuh mencapai sekitar 47 ribu unit sehingga kenaikan pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,6 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa produsen otomotif nasional masih mampu mempertahankan permintaan dari pasar ekspor meskipun kondisi ekonomi global dan pasar domestik menghadapi berbagai tantangan.

Ekspor CKD Mengalami Penurunan Tipis

Berbeda dengan kendaraan utuh, ekspor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) mengalami sedikit koreksi. Selama Mei 2026, jumlah pengiriman CKD tercatat sebanyak 6.705 set unit.

Angka tersebut turun sekitar 1,7 persen di bandingkan April 2026 yang mencapai 6.819 set unit. Meski mengalami penurunan bulanan, volume ekspor CKD masih menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu basis produksi kendaraan untuk memenuhi kebutuhan perakitan di sejumlah negara tujuan.

Ekspor Komponen Menjadi Penopang Pertumbuhan Industri

Kontributor terbesar terhadap peningkatan ekspor otomotif justru berasal dari sektor komponen kendaraan. Pada Mei 2026, pengiriman komponen otomotif dari Indonesia mencapai 25.718.510 pieces.

Capaian tersebut melonjak sekitar 149 persen di bandingkan April 2026 yang hanya mencapai 10.328.460 pieces. Jika di bandingkan dengan Mei 2025, pertumbuhannya bahkan mencapai 112,9 persen, dari 12.082.768 pieces menjadi lebih dari 25,7 juta pieces.

Lonjakan ekspor komponen ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan industri otomotif global terhadap produk manufaktur Indonesia. Selain menjadi pemasok kendaraan utuh, Indonesia juga semakin berperan sebagai produsen berbagai komponen yang di butuhkan oleh pabrikan otomotif di berbagai negara.

Suasana ekspor mobil dari Pelabuhan Patimban

Penjualan Mobil di Dalam Negeri Justru Menurun

Di tengah meningkatnya aktivitas ekspor, pasar otomotif domestik masih menghadapi tekanan. Penjualan kendaraan di Indonesia selama Mei 2026 tercatat hanya mencapai 69.219 unit.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 14,3 persen di bandingkan April 2026 yang membukukan penjualan sebanyak 80.779 unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap kendaraan baru masih belum sepenuhnya pulih sehingga pelaku industri lebih banyak mengandalkan pasar ekspor sebagai sumber pertumbuhan.

Toyota dan Mitsubishi Menjadi Penyumbang Ekspor Terbesar

Pada kategori ekspor kendaraan utuh (CBU), Toyota menjadi produsen dengan kontribusi terbesar. Selama Mei 2026, perusahaan tersebut berhasil mengirimkan 14.067 unit kendaraan ke berbagai negara.

Posisi berikutnya di tempati Mitsubishi Motors dengan volume ekspor mencapai 12.974 unit, di susul Daihatsu sebanyak 12.818 unit. Hyundai berada di urutan berikutnya dengan 4.145 unit, kemudian Suzuki sebanyak 1.878 unit, Honda 1.200 unit, Isuzu 300 unit, Wuling 142 unit, serta Hino sebanyak 36 unit.

Sementara itu, pada kategori CKD, Mitsubishi Motors masih menjadi pemimpin dengan total ekspor mencapai 4.006 set unit. Hyundai menyusul di posisi kedua dengan 1.800 set unit, kemudian Suzuki sebanyak 840 set unit dan Wuling sebanyak 59 set unit.

Dominasi Toyota pada Ekspor Komponen

Untuk pengiriman komponen otomotif, Toyota mendominasi dengan volume ekspor mencapai 24.200.073 pieces. Honda berada di posisi kedua dengan 1.366.370 pieces, di ikuti Hino sebanyak 144.034 pieces.

Hyundai mencatat ekspor komponen sebanyak 4.577 pieces, sedangkan Suzuki mengirimkan 3.456 pieces ke pasar internasional.

Dominasi Toyota pada sektor komponen menunjukkan besarnya kapasitas produksi perusahaan tersebut di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Ekspor Menjadi Penyangga Industri Otomotif Nasional

Secara keseluruhan, data Mei 2026 memperlihatkan bahwa sektor ekspor masih menjadi kekuatan utama industri otomotif Indonesia. Pertumbuhan ekspor kendaraan utuh serta lonjakan pengiriman komponen berhasil mengimbangi pelemahan permintaan di pasar domestik.

Apabila tren positif ini terus berlanjut, industri otomotif nasional berpeluang mempertahankan kontribusinya terhadap perekonomian. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan di kawasan regional maupun pasar global.