Industri kendaraan listrik berkembang pesat dan berada dalam sorotan publik. Setiap inovasi baru sering kali memicu perdebatan di ruang digital. Dalam konteks ini, opini publik terbentuk dengan cepat melalui media sosial. Akibatnya, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Xiaomi, sebagai pendatang baru di industri otomotif, menghadapi tantangan tersebut melalui produk SU7 dan YU7.

Untuk merespons kritik yang viral, CEO Xiaomi, Lei Jun, mengambil langkah komunikatif. Ia melakukan siaran langsung berdurasi hampir lima jam. Langkah ini menjadi bentuk klarifikasi terbuka terhadap berbagai tudingan yang beredar luas.

Siaran Langsung sebagai Bentuk Akuntabilitas

Siaran langsung tersebut menampilkan pembongkaran unit Xiaomi YU7 secara menyeluruh. Dalam prosesnya, Lei Jun di dampingi oleh tim insinyur internal. Tujuannya jelas, yaitu memperlihatkan konstruksi kendaraan secara nyata. Dengan demikian, publik dapat menilai langsung kualitas dan desain produk.

Selain itu, pendekatan ini digunakan untuk meluruskan informasi yang dinilai keliru. Lei Jun menegaskan bahwa produsen memiliki tanggung jawab moral terhadap konsumen. Oleh karena itu, transparansi menjadi prinsip utama yang ingin ditunjukkan Xiaomi.

Klarifikasi Mengenai Jarak Tempuh Kendaraan

Selanjutnya, Lei Jun menanggapi isu jarak tempuh YU7. Sebelumnya, beredar klaim bahwa kendaraan ini mampu menempuh 1.300 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Namun, klaim tersebut di nilai tidak akurat. Ia menjelaskan bahwa jarak tersebut di capai dengan satu kali pengisian tambahan di tengah perjalanan.

Sebagai pembanding, jarak tempuh maksimal dalam satu kali pengisian penuh adalah 835 kilometer untuk varian standar. Penjelasan ini penting untuk menjaga ekspektasi konsumen. Selain itu, akurasi informasi teknis menjadi faktor krusial dalam industri kendaraan listrik.

CEO Xiaomi Lei Jun membongkar YU7 dalam siaran langsung untuk klarifikasi kritik mobil listrik

xiaomi yu7 Foto: dok. xiaomi

Isu Pengereman dan Manipulasi Video

Di sisi lain, Xiaomi juga menghadapi narasi terkait pengereman instan pada kecepatan tinggi. Video yang beredar memperlihatkan pengujian pada kecepatan 200 km/jam. Akan tetapi, Lei Jun menegaskan bahwa video tersebut telah di potong secara selektif. Akibatnya, konteks pengujian menjadi tidak utuh.

Pengujian tersebut sebenarnya dilakukan di fasilitas pabrik SU7 Ultra. Pengujian ekstrem merupakan prosedur standar industri. Dengan demikian, hasilnya tidak merepresentasikan kondisi penggunaan harian di jalan raya.

Desain Keselamatan dan Mekanisme Roda

Isu lain yang tidak kalah penting berkaitan dengan roda YU7 yang terlepas saat tabrakan. Banyak pihak menilai hal tersebut sebagai cacat produksi. Namun, Xiaomi memberikan penjelasan berbeda. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari desain keselamatan.

Secara teknis, pelepasan roda bertujuan mengalihkan energi benturan. Dengan cara ini, tekanan pada kabin penumpang dapat di kurangi. Oleh sebab itu, mekanisme tersebut di rancang untuk meningkatkan perlindungan, bukan sebaliknya.

Interaksi Publik dan Pendekatan Komunikatif

Pada awal siaran, kolom komentar sempat di tutup. Langkah ini dilakukan untuk menjaga alur penjelasan. Namun kemudian, kolom komentar di buka kembali. Penonton di berikan kesempatan untuk bertanya secara langsung.

Lei Jun secara aktif mendorong dialog terbuka. Sikap ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menerima kritik. Selain itu, Xiaomi menegaskan komitmennya untuk memberikan klarifikasi berbasis data.

Kinerja Penjualan dan Target Produksi

Dalam sesi yang sama, Xiaomi juga memaparkan capaian bisnisnya. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mengirimkan sekitar 410.000 unit kendaraan. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Untuk tahun 2026, target pengiriman di tingkatkan menjadi 550.000 unit.

Target ini mencerminkan optimisme perusahaan. Selain itu, data tersebut memperkuat posisi Xiaomi di pasar kendaraan listrik global.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, strategi komunikasi yang dilakukan Lei Jun mencerminkan pendekatan transparansi yang jarang ditemui. Pembongkaran kendaraan secara langsung menjadi simbol akuntabilitas perusahaan. Melalui klarifikasi teknis dan dialog terbuka, Xiaomi berupaya membangun kepercayaan publik. Di tengah persaingan industri yang ketat, strategi ini berpotensi memperkuat reputasi merek dalam jangka panjang.