Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta mulai mengambil langkah konkret dalam menata ulang kawasan strategis ibu kota. Salah satu langkah tersebut di wujudkan melalui pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proyek ini di mulai di sekitar area Stasiun LRT Setiabudi sisi timur dan menjadi bagian dari agenda besar penataan kota.

Selama bertahun-tahun, tiang monorel yang tidak difungsikan tersebut menjadi simbol proyek transportasi yang terhenti. Keberadaannya di nilai tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga memengaruhi kenyamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, pembongkaran di anggap sebagai solusi yang relevan untuk memperbaiki wajah kota.

Penjelasan Gubernur Mengenai Ruang Jalan dan Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa terdapat 109 tiang monorel yang akan di bongkar. Tiang-tiang tersebut membentang hingga kawasan Hotel Gran Melia. Menurutnya, ruang jalan yang lebih terbuka akan berdampak pada kelancaran lalu lintas.

Selain itu, pembongkaran ini di harapkan mampu mengurangi hambatan visual di sepanjang jalan protokol. Dengan kondisi jalan yang lebih rapi, aktivitas masyarakat dan pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih optimal. Oleh karena itu, Rasuna Said di proyeksikan menjadi koridor yang lebih nyaman dan tertata.

Target Waktu Penyelesaian dan Efisiensi Anggaran

Sementara itu, pemerintah daerah telah menetapkan target penyelesaian pembongkaran pada September 2026. Untuk tahap pembongkaran saja, anggaran yang di siapkan mencapai Rp 254 juta. Nilai tersebut di nilai efisien jika di bandingkan dengan dampak positif yang akan diperoleh dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa proses pembongkaran akan dilakukan secara bertahap. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan aktivitas warga sekitar. Dengan demikian, pelaksanaan proyek tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan publik.

Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said oleh Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proses pemotongan tiang monorel tersebut pada Rabu (14/1/2026).

Penataan Kawasan Pendukung yang Lebih Terintegrasi

Tidak berhenti pada pembongkaran, pemerintah juga merancang penataan kawasan secara menyeluruh. Program ini mencakup pembangunan jalur pedestrian, perbaikan trotoar, sistem drainase, serta pemasangan penerangan jalan umum. Selain itu, unsur estetika kota turut menjadi perhatian utama.

Oleh karena itu, kawasan Rasuna Said di rencanakan memiliki taman kota yang tertata dengan baik. Ruang hijau tersebut di harapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjadi ruang interaksi sosial. Untuk keseluruhan penataan kawasan, anggaran yang di siapkan mencapai Rp 102 miliar.

Dukungan Lintas Lembaga untuk Menjamin Akuntabilitas

Dalam pelaksanaan proyek ini, dukungan dari berbagai pihak turut menguatkan langkah Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso hadir langsung dalam peninjauan lokasi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap upaya penataan kota yang berkelanjutan.

Selain itu, aparat penegak hukum juga di libatkan sejak awal. Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan transparan. Dengan pengawasan yang ketat, potensi permasalahan hukum di kemudian hari dapat di hindari.

Penataan Rasuna Said sebagai Simbol Transformasi Perkotaan

Pada akhirnya, pembongkaran tiang monorel Rasuna Said mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan lama. Proyek ini tidak hanya berorientasi pada fungsi jalan, tetapi juga pada kualitas ruang kota secara keseluruhan.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan lintas sektor, Rasuna Said di harapkan menjadi contoh transformasi kawasan perkotaan. Lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan estetis akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, langkah ini di nilai strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang modern dan berkelanjutan.