Pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam melakukan penataan infrastruktur perkotaan yang telah lama terbengkalai. Keberadaan tiang-tiang monorel yang tidak di fungsikan selama bertahun-tahun di nilai mengganggu estetika kota, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran arus lalu lintas. Oleh karena itu, kebijakan pembongkaran ini di pandang sebagai bagian dari strategi penataan ruang kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Kondisi Lapangan Pasca Pembongkaran

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi pada siang hari, dua tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said telah berhasil di bongkar. Area bekas berdirinya tiang tersebut kini di tutup dengan lapisan pengaman berupa lakban kuning-hitam yang berfungsi sebagai penanda keselamatan. Selain itu, dua barier beton di tempatkan di atas bekas fondasi untuk mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Letak kedua tiang yang telah di bongkar berada di titik strategis. Tiang pertama terletak di ujung ruas jalan dari arah Menteng menuju Pancoran, sementara tiang kedua berada tepat di depan Halte Transjakarta Setiabudi. Penempatan tiang monorel di lokasi-lokasi tersebut sebelumnya kerap menjadi perhatian publik karena posisinya yang berdekatan dengan jalur lalu lintas padat.

Tiang Monorel yang Masih Berdiri

Selain dua tiang yang telah di bongkar, masih terdapat sejumlah tiang monorel lain yang belum di potong. Tiang-tiang tersebut saat ini telah di beri tanda pengaman berupa lakban kuning-hitam pada bagian struktur besinya yang menjulang tinggi. Bahkan, salah satu tiang terlihat di tutupi papan berwarna putih dengan tempelan kertas bertuliskan penomoran tertentu, yang menunjukkan adanya tahapan kerja dalam proses pembongkaran secara bertahap.

Pemberian tanda ini tidak hanya berfungsi sebagai informasi teknis bagi petugas lapangan, tetapi juga sebagai peringatan visual bagi masyarakat agar lebih waspada saat melintas di sekitar area tersebut.

Perspektif Masyarakat Sekitar

Warga sekitar turut memberikan pandangan terkait keberadaan tiang monorel yang selama ini berdiri di kawasan tersebut. Salah satu warga menyampaikan bahwa sebelum di bongkar tiang monorel sering kali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Khususnya pada malam hari. Beberapa kendaraan di laporkan menabrak tiang tersebut akibat minimnya visibilitas dan posisi tiang yang terlalu dekat dengan badan jalan.

Kondisi ini memperkuat urgensi pembongkaran tiang monorel. Tidak hanya dari sisi estetika kota, tetapi juga dari aspek keselamatan publik. Dengan di hilangkannya struktur yang berpotensi membahayakan, di harapkan risiko kecelakaan dapat di tekan secara signifikan.

Pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said menjadi langkah penataan kota untuk meningkatkan keselamatan, estetika, dan kelancaran lalu lintas.

Foto: Sebanyak dua tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, sudah dibongkar.

Kebijakan Penataan dan Jumlah Tiang yang Akan Di bongkar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan rencana pembongkaran total terhadap 109 tiang monorel yang tersebar hingga ujung Jalan Rasuna Said. Langkah ini merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan yang bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Penataan ini juga di harapkan memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di salah satu koridor utama Jakarta. Dengan berkurangnya hambatan visual dan fisik di sepanjang jalan, arus kendaraan di yakini dapat bergerak lebih optimal.

Skema Pelaksanaan Pembongkaran

Untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, proses pemotongan tiang monorel dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Pemilihan waktu ini mempertimbangkan tingkat kepadatan lalu lintas Jakarta yang relatif masih tinggi hingga malam hari.

Skema kerja yang di terapkan adalah satu tiang di selesaikan dalam satu malam. Selama proses berlangsung, tidak dilakukan penutupan jalan secara total. Penyesuaian lalu lintas hanya berupa penutupan lajur lambat secara bertahap di sekitar titik pekerjaan, sehingga mobilitas kendaraan tetap dapat berjalan.

Implikasi terhadap Penataan Kota

Pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menata kembali infrastruktur yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan transportasi saat ini. Langkah ini juga dapat menjadi preseden bagi penanganan proyek-proyek mangkrak lainnya di wilayah perkotaan.

Dengan penataan yang terencana dan pelaksanaan yang memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas, kebijakan ini di harapkan mampu meningkatkan kualitas ruang kota sekaligus mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan.