Real Madrid secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Xabi Alonso. Kepastian tersebut disampaikan melalui laman resmi klub pada Selasa, 13 Januari 2026, dini hari WIB. Keputusan ini diambil setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama, tanpa adanya unsur pemecatan sepihak.
Melalui pernyataan resmi, manajemen klub menegaskan bahwa hubungan profesional antara Real Madrid dan Xabi Alonso tetap berjalan dengan penuh rasa hormat. Klub juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi sang pelatih selama menangani tim utama.
Pernyataan Klub dan Penghormatan kepada Xabi Alonso
Dalam keterangan resminya, Real Madrid menekankan bahwa Xabi Alonso akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah klub. Selain di kenal sebagai pelatih, Alonso juga merupakan legenda yang pernah memberikan kontribusi besar saat masih aktif sebagai pemain.
Oleh karena itu, manajemen menyebut Real Madrid akan selalu menjadi “rumah” bagi Alonso. Ungkapan tersebut mencerminkan kedekatan emosional yang tetap terjaga meski kerja sama profesional telah berakhir. Di sisi lain, klub juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf pelatih yang telah bekerja mendampingi Alonso selama masa jabatannya.
Sebagai penutup pernyataan, Real Madrid menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Alonso dalam melanjutkan kariernya di masa mendatang.
Kekalahan di Final Piala Super Spanyol Jadi Latar Belakang
Keputusan perpisahan ini tidak dapat di lepaskan dari hasil pertandingan final Piala Super Spanyol 2026. Pada laga tersebut, Real Madrid harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 2-3. Pertandingan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Arab Saudi, pada Senin, 12 Januari 2026 dini hari WIB.
Sebelumnya, isu mengenai masa depan Xabi Alonso memang sudah berkembang menjelang laga final. Tekanan hasil pertandingan dan tuntutan prestasi tinggi disebut menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Akhirnya, Alonso memilih untuk mengakhiri masa jabatannya lebih cepat.

Foto : Xabi alonso
Perjalanan Xabi Alonso Bersama Real Madrid
Xabi Alonso mulai menangani tim utama Real Madrid pada Mei 2025. Saat itu, klub memberikan kontrak hingga Juni 2028 sebagai bentuk kepercayaan jangka panjang. Namun demikian, kerja sama tersebut hanya berlangsung hingga pertengahan musim Liga Spanyol 2025–2026.
Selama periode kepemimpinannya, Alonso memimpin Real Madrid dalam 34 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, Madrid mencatat 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Catatan ini menunjukkan performa yang cukup kompetitif, meski belum sepenuhnya konsisten.
Selain berlaga di kompetisi domestik, Real Madrid juga tampil di Liga Champions di bawah arahan Alonso. Beberapa pertandingan krusial berhasil di lewati, meskipun tekanan publik terhadap hasil akhir tetap tinggi.
Penunjukan Pelatih Interim dan Langkah Klub Selanjutnya
Setelah berpisah dengan Xabi Alonso, Real Madrid bergerak cepat untuk menjaga stabilitas tim. Manajemen menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim. Saat ini, Arbeloa menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla.
Penunjukan tersebut di nilai strategis karena Arbeloa memahami filosofi klub serta karakter pemain muda Madrid. Sementara itu, manajemen di perkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan pelatih permanen.
Sebelum keputusan bersama di ambil, klub sejatinya masih memberikan dukungan kepada Alonso. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama secara profesional.
Kesimpulan
Perpisahan antara Real Madrid dan Xabi Alonso menandai berakhirnya satu fase dalam perjalanan klub pada musim 2025–2026. Meski berlangsung singkat, kontribusi Alonso tetap menjadi bagian dari sejarah Real Madrid. Selanjutnya, perhatian publik tertuju pada langkah klub dalam menentukan arah baru demi menjaga konsistensi prestasi di level tertinggi.