Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam agenda sepak bola dunia melalui kehadiran trofi Piala Dunia 2026 yang di pamerkan di Jakarta. Pameran ini berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026. Dan menjadi bagian dari rangkaian tur global menjelang penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Kehadiran trofi ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional. Tetapi juga mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam peta sepak bola internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Dalam konteks regional, Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara Asia Tenggara yang di percaya sebagai lokasi pameran trofi Piala Dunia 2026, bersama Malaysia dan Thailand. Kepercayaan ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola sekaligus potensi Indonesia sebagai pasar dan basis penggemar olahraga tersebut.
Lokasi dan Waktu Pameran Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta
Pameran trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta di selenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC). Lokasi ini di pilih karena memiliki fasilitas representatif serta akses yang mudah di jangkau oleh masyarakat. Pameran di buka sejak pagi hingga malam hari, memberikan kesempatan luas bagi publik untuk menyaksikan langsung simbol supremasi sepak bola dunia tersebut.
Trofi yang dipamerkan memiliki berat sekitar 3,8 kilogram dan di lapisi emas 18 karat. Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat melihat trofi dari jarak dekat serta mengabadikan momen melalui foto. Meski demikian, demi alasan keamanan dan pelestarian, trofi di tempatkan dalam pelindung kaca dan tidak dapat di sentuh oleh pengunjung. Di sekitar area pameran, panitia juga menyediakan berbagai hiburan pendukung yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat atmosfer sepak bola.
Sejarah Kehadiran Trofi Piala Dunia di Indonesia
Pameran trofi Piala Dunia 2026 bukanlah yang pertama kali bagi Indonesia. Sebelumnya, trofi turnamen ini pernah hadir di Tanah Air pada tahun 2006, 2010, dan 2014. Dengan kehadiran pada tahun 2026, Jakarta resmi menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang telah empat kali menyambut trofi Piala Dunia.
Fakta ini menunjukkan konsistensi Indonesia sebagai destinasi penting dalam tur global Piala Dunia. Selain itu, kehadiran trofi di Indonesia juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola dan olahraga secara umum.

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026
Peran Tokoh Sepak Bola Dunia dalam Tur Trofi
Tur trofi Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan piala itu sendiri, tetapi juga melibatkan figur legendaris sepak bola dunia. Dalam rangkaian tur di Asia Tenggara, salah satu legenda sepak bola Brasil turut mendampingi perjalanan trofi. Kehadiran tokoh berpengaruh ini memberikan nilai tambah pada acara pameran serta menarik perhatian publik dan media.
Pendampingan oleh legenda sepak bola juga berfungsi sebagai sarana diplomasi olahraga, memperkuat hubungan antara komunitas sepak bola global dan penggemar di berbagai negara. Di Jakarta, kehadiran tokoh tersebut di harapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat serta memperkuat makna simbolis dari pameran trofi Piala Dunia.
Rangkaian Tur Trofi Piala Dunia 2026 Setelah dari Jakarta
Tur trofi Piala Dunia 2026 di mulai sejak awal Januari 2026 dan mencakup berbagai kota besar di dunia. Sebelum tiba di Jakarta, trofi ini telah mengunjungi sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Asia. Setelah pameran di Jakarta selesai, rangkaian tur akan berlanjut ke Thailand pada 23–24 Januari 2026.
Selanjutnya, trofi di jadwalkan mengunjungi berbagai kota internasional lainnya, antara lain Bangkok, Almaty, Tashkent, Johannesburg, Cape Town, Abidjan, Casablanca, Porto, Madrid, Algiers, Paris, Guatemala City, hingga San Pedro Sula. Rangkaian perjalanan ini di rancang untuk menjangkau penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia sebelum turnamen resmi di mulai pada Juni–Juli 2026.
Piala Dunia 2026 dan Signifikansinya bagi Indonesia
Piala Dunia 2026 akan di selenggarakan di tiga negara tuan rumah, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, dengan format baru yang melibatkan 48 tim nasional. Kehadiran trofi di Jakarta menjadi simbol keterhubungan Indonesia dengan ajang olahraga global tersebut, meskipun Indonesia tidak berstatus sebagai peserta atau tuan rumah.
Secara tidak langsung, pameran ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola yang besar dan antusias. Selain itu, momentum ini dapat di manfaatkan untuk mendorong perkembangan industri olahraga, pariwisata, serta pembinaan sepak bola nasional secara berkelanjutan.