Ajang Tokyo Auto Salon 2026 menjadi panggung penting bagi Nissan untuk memperlihatkan arah baru pengembangan mobil performa. Pada kesempatan tersebut, Nissan memperkenalkan sebuah hot hatch yang langsung menarik perhatian publik otomotif. Model ini digadang-gadang akan menjadi pesaing serius Toyota GR Yaris di segmen hatchback performa tinggi.

Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk. Lebih dari itu, Nissan ingin menegaskan identitas sport yang kembali di perkuat. Terlebih, tren elektrifikasi kini di kombinasikan dengan karakter performa yang agresif.

Strategi Nissan Memperkuat Lini Nismo

Di sisi lain, Nissan juga mengumumkan rencana jangka menengah yang cukup ambisius. Pabrikan asal Jepang tersebut menargetkan peningkatan jumlah model performa Nismo hingga dua kali lipat. Dalam beberapa tahun ke depan, total kendaraan berlabel Nismo di targetkan mencapai 10 model.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Nissan memperkenalkan Aura Nismo RS. Kehadiran varian ini menjadi bukti konkret bahwa pengembangan mobil performa tetap berjalan seiring transformasi teknologi. Dengan demikian, Nissan berusaha menjaga keseimbangan antara inovasi dan warisan sport mereka.

Aura Nismo RS dan Akar Modelnya

Menariknya, Aura Nismo RS bukanlah model yang sepenuhnya baru. Aura sendiri merupakan versi premium dari Nissan Note, hatchback subkompak yang telah hadir di pasar Jepang sejak 2004. Seiring waktu, Note mengalami evolusi signifikan hingga memasuki generasi ketiga pada 2020.

Setelah itu, Nissan melakukan pembaruan desain pada 2024, termasuk penyegaran untuk varian Nismo. Namun, versi RS membawa pendekatan yang berbeda. Fokusnya tidak hanya pada estetika, tetapi juga pada karakter agresif yang lebih menonjol.

Tampilan depan Nissan Aura Nismo RS di Tokyo Auto Salon 2026

Nissan Aura Nismo RS di Tokyo Auto Salon 2026(Dok. Motor1.com)

Desain Eksterior Lebih Agresif dan Sporty

Dari segi visual, Aura Nismo RS tampil jauh lebih berani. Nissan membekali mobil ini dengan bodi yang lebih lebar dan garis desain yang tegas. Selain itu, kehadiran spoiler belakang berukuran besar memperkuat kesan aerodinamis.

Tak hanya itu, tinggi mobil diturunkan sekitar 20 milimeter. Perubahan ini bertujuan meningkatkan stabilitas sekaligus mempertegas tampilan sporty. Fender juga di perlebar hingga 145 milimeter, sehingga proporsi bodi terlihat lebih kekar.

Sebagai tambahan, panjang kendaraan meningkat sekitar 142 milimeter di bandingkan Aura standar. Kombinasi di mensi tersebut menciptakan siluet hot hatch yang lebih agresif tanpa kehilangan identitas kompaknya.

Dimensi, Bobot, dan Komponen Pendukung

Aura Nismo RS memiliki bobot total sekitar 1.490 kilogram. Angka ini lebih berat sekitar 100 kilogram di bandingkan versi reguler. Meski demikian, tambahan bobot tersebut sejalan dengan peningkatan spesifikasi dan sistem penggerak.

Untuk menunjang performa, Nissan menyematkan pelek hitam berukuran 18 inci dengan identitas Nismo. Sistem pengereman juga di perbesar demi meningkatkan kemampuan deselerasi. Namun demikian, suspensi belakang torsion-beam tetap di pertahankan. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Nissan masih mempertimbangkan aspek efisiensi dan kenyamanan penggunaan harian.

Teknologi e-Power pada Hot Hatch Hybrid

Berbeda dari hot hatch konvensional, Aura Nismo RS mengusung teknologi hybrid e-Power. Dalam sistem ini, mesin bensin 1,5 liter berfungsi sebagai generator. Mesin tersebut tidak menggerakkan roda secara langsung.

Sebaliknya, energi listrik yang dihasilkan disalurkan ke baterai. Selanjutnya, motor listrik bertugas menggerakkan roda depan dan belakang. Dengan konfigurasi ini, Aura Nismo RS mengadopsi sistem penggerak all-wheel-drive.

Mesin bensin tiga silinder menghasilkan tenaga 142 dk dengan torsi 250 Nm. Sementara itu, motor listrik depan menyumbang tenaga 201 dk dan torsi 330 Nm. Motor belakang melengkapi sistem dengan tenaga 134 dk dan torsi 195 Nm. Kombinasi tersebut memberikan akselerasi instan serta distribusi tenaga yang lebih optimal.

Peluang Produksi dan Arah Pengembangan

Hingga kini, Nissan belum memastikan status produksi Aura Nismo RS. Meski begitu, perusahaan menyatakan akan terus melakukan pengembangan lanjutan. Mobil ini juga di rencanakan untuk di uji dalam berbagai ajang balap.

Langkah tersebut membuka peluang hadirnya versi produksi di masa depan. Terlebih, usia generasi Aura saat ini sudah memasuki tahun kelima. Oleh karena itu, banyak pihak menilai Nismo RS berpotensi menjadi edisi penutup sebelum hadirnya generasi baru. Apabila direalisasikan, Aura Nismo RS dapat menjadi simbol transisi Nissan menuju era mobil performa modern berbasis elektrifikasi.