Peluncuran iOS 26 sebagai sistem operasi terbaru untuk iPhone tidak sepenuhnya mendapatkan respons positif dari pengguna. Hingga akhir Desember 2025, tingkat adopsinya masih tergolong rendah dibandingkan versi iOS sebelumnya. Kondisi ini memunculkan perhatian tersendiri, mengingat Apple biasanya mencatat tingkat migrasi yang cepat setiap kali merilis pembaruan besar.

Secara umum, sebagian besar pengguna iPhone masih memilih bertahan menggunakan iOS 18. Versi ini di nilai stabil dan telah memenuhi kebutuhan penggunaan harian. Selain itu, absennya data resmi dari Apple membuat analisis adopsi iOS 26 sepenuhnya bergantung pada laporan pihak ketiga.

Perkembangan Adopsi iOS 26 di Tingkat Global

Berdasarkan data dari layanan analitik Statcounter, penggunaan iOS 26 hingga penghujung 2025 baru mencapai sekitar 16 persen secara global. Angka tersebut mencerminkan adopsi yang lebih lambat dibandingkan tiga generasi iOS sebelumnya pada rentang waktu yang sama.

Sebagai perbandingan, iOS 18 mencatat lebih dari 60 persen pengguna dalam empat bulan setelah dirilis. Tren serupa juga terlihat pada iOS 17 dan iOS 16 yang masing-masing mencapai lebih dari separuh basis pengguna iPhone. Perbedaan ini mengindikasikan adanya perubahan sikap pengguna terhadap pembaruan sistem operasi terbaru.

Sementara itu, dominasi iOS 18 masih terlihat jelas. Versi iOS 18.7 dan 18.6 menjadi yang paling banyak digunakan secara global. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa pengguna cenderung mempertahankan sistem yang telah terbukti stabil di bandingkan mencoba versi baru.

Variasi Data Adopsi dari Lembaga Analitik

Di sisi lain, TelemetryDeck menghadirkan data yang lebih optimistis terkait adopsi iOS 26. Platform tersebut melaporkan bahwa sekitar 60 persen pengguna telah beralih ke versi terbaru. Namun demikian, perbedaan signifikan ini di sebabkan oleh metode pengumpulan data yang tidak seragam.

Statcounter mengandalkan impresi web sebagai dasar analisis. Metode ini mencerminkan perilaku pengguna internet secara luas. Sebaliknya, TelemetryDeck mengumpulkan data dari aplikasi yang menggunakan SDK mereka, sehingga cakupannya lebih terbatas. Tanpa rilis data resmi dari Apple, perbedaan metodologi ini menjadi faktor utama ketimpangan angka adopsi.

Pengguna iPhone menunda pembaruan iOS 26 karena pertimbangan desain antarmuka dan stabilitas sistem

Tampilan baru iOS 26 yang mengusung desain Liquid Glass dengan efek seperti kaca, yang transparan, reflektif, dengan sudut membulat.(Apple)

Dampak Desain Antarmuka Liquid Glass

Perubahan desain antarmuka menjadi salah satu faktor penting dalam rendahnya minat pembaruan. iOS 26 memperkenalkan konsep Liquid Glass yang menonjolkan transparansi dan efek visual menyerupai kaca. Secara visual, desain ini terlihat modern dan futuristik.

Namun demikian, tidak semua pengguna merasa nyaman dengan pendekatan tersebut. Sebagian menilai tampilan baru mengurangi keterbacaan teks dan ikon. Selain itu, efek visual yang berlebihan diĀ  anggap mengganggu fokus saat penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, sebagian pengguna memilih menunda pembaruan hingga ada penyesuaian lebih lanjut.

Kekhawatiran terhadap Stabilitas dan Daya Baterai

Selain aspek visual, performa perangkat juga menjadi pertimbangan utama. Apple sempat menyampaikan bahwa pembaruan ke iOS 26 berpotensi memengaruhi daya tahan baterai pada beberapa model iPhone. Informasi ini memicu kehati-hatian, terutama bagi pengguna perangkat dengan usia pakai yang lebih lama.

Bagi banyak pengguna, efisiensi daya merupakan faktor krusial. Selama iOS 18 masih memberikan kinerja yang optimal, pembaruan ke versi terbaru di anggap belum mendesak. Sikap ini mencerminkan kecenderungan pengguna yang lebih mengutamakan stabilitas di bandingkan fitur tambahan.

Waktu Rekomendasi Pembaruan dan Sikap Pengguna

Faktor lain yang turut memengaruhi keputusan pengguna adalah keterlambatan Apple dalam menandai iOS 26 sebagai pembaruan yang di rekomendasikan. Akibatnya, sebagian pengguna memilih menunggu hingga muncul kepastian terkait stabilitas sistem.

Secara keseluruhan, rendahnya adopsi iOS 26 menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna iPhone. Pembaruan sistem operasi kini tidak lagi di anggap sebagai kewajiban. Sebaliknya, pengguna semakin selektif dan mempertimbangkan berbagai risiko sebelum melakukan pembaruan. Fenomena ini menjadi catatan penting bagi Apple dalam mengelola strategi peluncuran sistem operasi di masa mendatang.