PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengambil langkah pembatalan terhadap salah satu perjalanan kereta api jarak jauh sebagai dampak dari bencana banjir yang melanda wilayah Jawa Tengah. Keputusan ini di ambil demi menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api yang melintasi jalur terdampak.
Kereta api yang di batalkan adalah KA Argo Merbabu dengan nomor perjalanan 24 yang melayani relasi Gambir–Semarang Tawang. Pembatalan di berlakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026, setelah jalur rel di wilayah Pekalongan terendam air akibat luapan banjir yang cukup signifikan.
Dampak Luapan Banjir terhadap Jalur Rel Kereta Api
Banjir yang terjadi di wilayah Pekalongan menyebabkan genangan air menutup sebagian jalur rel yang berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi 4 Semarang. Kondisi tersebut di nilai berisiko tinggi bagi operasional kereta api, khususnya kereta dengan kecepatan tinggi seperti Argo Merbabu.
Manajemen KAI menilai bahwa meskipun sebagian jalur masih dapat di lalui, keselamatan penumpang dan awak kereta tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pembatalan perjalanan di anggap sebagai langkah preventif yang paling tepat dalam situasi darurat ini.
Pernyataan Resmi Manajemen KAI Daop 1 Jakarta
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pembatalan dilakukan sebagai respons atas kondisi prasarana yang belum sepenuhnya aman untuk di lalui. Ia menjelaskan bahwa luapan air di beberapa titik jalur rel memerlukan perhatian khusus dan penanganan ekstra.
Meskipun demikian, Franoto memastikan bahwa layanan kereta api menuju dan melalui wilayah Pekalongan tetap berjalan dengan pengawasan ketat. KAI menerapkan berbagai langkah pengamanan tambahan untuk memastikan perjalanan tetap aman.
Pengamanan Ekstra dan Pembatasan Kecepatan Kereta
Untuk kereta api yang masih di operasikan melewati jalur terdampak banjir, KAI menerapkan sejumlah prosedur keselamatan tambahan. Langkah tersebut meliputi penggunaan lokomotif khusus yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kondisi ekstrem, serta penerapan pembatasan kecepatan saat melintasi wilayah yang masih tergenang air.
Selain itu, petugas prasarana KAI terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan kondisi rel tetap layak di lalui. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan potensi risiko selama perjalanan berlangsung.

Ilustrasi KAI.
Operasional Kereta dari Jakarta Tetap Normal
Hingga Sabtu siang, seluruh keberangkatan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 1 Jakarta, khususnya dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, terpantau berjalan normal. Setiap rangkaian kereta telah melalui proses pemeriksaan sarana dan prasarana secara menyeluruh sebelum di berangkatkan.
KAI memastikan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, tidak terdapat keterlambatan keberangkatan dari wilayah Jakarta. Hal ini menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menjaga kelancaran layanan meskipun terdapat gangguan di wilayah lain.
Keterlambatan Sejumlah Kereta Akibat Dampak Lanjutan Banjir
Selain pembatalan KA Argo Merbabu, dampak banjir juga menyebabkan keterlambatan kedatangan beberapa kereta api jarak jauh. Keterlambatan bahkan mencapai hingga 300 menit, terutama pada kereta yang melintasi wilayah Daop 4 Semarang.
Beberapa kereta yang terdampak antara lain KA Blambangan, KA Kertajaya, KA Dharmawangsa, dan KA Sembrani. KAI terus melakukan koordinasi lintas daerah operasi untuk mempercepat pemulihan jadwal perjalanan.
Layanan Pemulihan dan Pengembalian Tiket bagi Pelanggan
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pembatalan dan keterlambatan perjalanan. Perusahaan juga menyediakan layanan pemulihan atau service recovery bagi pelanggan yang terdampak.
Khusus bagi penumpang KA Argo Merbabu yang perjalanannya di batalkan, KAI memberikan fasilitas pengembalian bea tiket secara penuh. Proses refund dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan, baik melalui loket stasiun, kanal resmi penjualan tiket, maupun melalui Contact Center KAI 121.
Komitmen KAI terhadap Keselamatan dan Pelayanan Publik
KAI menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan perjalanan di atas segalanya, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam. Seluruh kebijakan operasional yang di ambil bertujuan untuk melindungi pelanggan sekaligus menjaga keandalan transportasi kereta api nasional.
Dengan penerapan pengamanan ekstra dan layanan pemulihan yang optimal, KAI berharap kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan alam yang tidak terduga.