Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman budaya dan agama yang tinggi. Kondisi ini menuntut adanya upaya berkelanjutan untuk menjaga harmoni sosial. Oleh karena itu, berbagai inisiatif berbasis budaya menjadi penting sebagai sarana penguatan toleransi. Salah satu upaya tersebut di wujudkan melalui program Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang yang di selenggarakan oleh Hotel Borobudur Jakarta dalam rangka menyambut Lunar New Year dan Ramadan 2026.
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai agenda perayaan, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas budaya. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen terhadap nilai kebhinekaan yang menjadi identitas nasional Indonesia.
Inisiatif Hotel Borobudur Jakarta dalam Mendukung Harmoni Budaya
Sebagai hotel bersejarah dengan reputasi internasional, Hotel Borobudur Jakarta memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Melalui Discover Timeless Harmony, hotel ini mengintegrasikan sektor pariwisata dengan di plomasi budaya. Dengan demikian, budaya lokal dapat di tampilkan dalam konteks global tanpa kehilangan nilai autentiknya.
Lebih lanjut, program ini di rancang sebagai bagian dari komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan. Budaya Tionghoa, yang telah lama berakulturasi dengan budaya Nusantara, menjadi fokus utama. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberagaman dapat di rayakan melalui kolaborasi yang inklusif.
Dukungan Pemerintah terhadap Praktik Toleransi
Pembukaan program ini mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat. Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia menegaskan pentingnya kegiatan budaya sebagai refleksi nilai toleransi. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus mampu melihat perbedaan sebagai kekuatan sosial.
Selain itu, kegiatan ini di nilai mampu memperkecil jarak sosial antarkelompok etnis dan agama. Dengan pendekatan budaya, pesan persatuan dapat di sampaikan secara lebih efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang di Hotel Borobudur.
Singkawang sebagai Representasi Kehidupan Multikultural
Di sisi lain, pemilihan Kota Singkawang sebagai tema utama memiliki makna strategis. Kota ini di kenal sebagai wilayah dengan kehidupan multikultural yang harmonis. Keberadaan berbagai tempat ibadah dan tradisi budaya yang hidup berdampingan menjadi ciri khas Singkawang.
Pemerintah Kota Singkawang menyambut positif kolaborasi ini. Melalui kerja sama tersebut, potensi budaya dan pariwisata daerah dapat di perkenalkan kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, promosi ini di harapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM dalam Kerangka Pariwisata Berkelanjutan
Tidak hanya berfokus pada aspek budaya, Discover Timeless Harmony juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Berbagai produk khas Singkawang di pamerkan selama program berlangsung. Dengan cara ini, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar.
Selanjutnya, keterlibatan UMKM memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan. Kegiatan budaya tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi. Oleh sebab itu, sinergi antara budaya dan ekonomi menjadi nilai tambah dari program ini.
Atraksi Budaya sebagai Media Penyampaian Nilai Sosial
Rangkaian acara pembukaan di meriahkan oleh berbagai pertunjukan seni. Atraksi barongsai, tari tradisional Tidayu, serta musik Delapan Dewa menjadi daya tarik utama. Namun demikian, pertunjukan tersebut tidak hanya bersifat hiburan.
Sebaliknya, seni di gunakan sebagai media edukasi sosial. Melalui pertunjukan budaya, nilai toleransi dan kebersamaan dapat di sampaikan secara universal. Hal ini memperkuat peran budaya sebagai alat pemersatu masyarakat.
Signifikansi Discover Timeless Harmony bagi Kehidupan Sosial
Secara keseluruhan, Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang merepresentasikan praktik nyata akulturasi budaya di Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa harmoni sosial dapat di bangun melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, kegiatan budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga strategis dalam memperkuat persatuan nasional.