Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo melalui jalur Malang mengalami gangguan serius. Pada Jumat, jalur utama tersebut terpaksa di tutup sementara akibat peristiwa longsor. Kejadian ini berlangsung di Jalan Raya Gubukklakah, Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Akibat longsor tersebut, badan jalan tertutup material tanah dan bebatuan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas sama sekali. Oleh karena itu, akses menuju Bromo dari arah Malang di nyatakan lumpuh total. Penutupan jalur dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Faktor Alam Jadi Penyebab Utama Longsor
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, longsor di picu oleh curah hujan yang tinggi. Hujan deras mengguyur wilayah Poncokusumo dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, struktur tanah pada tebing di sekitar jalan menjadi tidak stabil.
Tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter mengalami runtuhan. Material longsor menutup jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Selain itu, ketebalan timbunan tanah di perkirakan mencapai 1,5 meter. Dengan kondisi tersebut, jalur tidak memungkinkan untuk segera di lalui.
Di sisi lain, wilayah Poncokusumo memang di kenal sebagai daerah rawan longsor. Kontur tanah yang curam serta tingginya intensitas hujan memperbesar potensi bencana. Oleh sebab itu, kejadian ini bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan.
Upaya Penanganan Dilakukan Secara Bertahap
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Malang langsung melakukan langkah tanggap darurat. Proses penanganan melibatkan berbagai unsur. TNI, Polri, dan masyarakat setempat turut di kerahkan ke lokasi.
Saat ini, pembersihan material longsor masih dilakukan secara manual. Hal tersebut di sebabkan keterbatasan akses alat berat menuju titik longsor. Meski demikian, petugas terus berupaya membuka jalur secepat mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam proses ini.
Sementara itu, pemantauan kondisi tebing juga dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Mengingat cuaca belum sepenuhnya membaik, kewaspadaan terus di tingkatkan.

Proses pembersihan material longsor di jalur menuju Bromo, Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.(Dok. BPBD Kabupaten Malang)
Dampak Langsung Terhadap Aktivitas Pariwisata
Penutupan jalur Malang–Bromo berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama menuju kawasan Gunung Bromo. Banyak wisatawan biasanya memanfaatkan rute ini untuk mencapai lokasi wisata.
Akibat longsor, jasa transportasi jip Bromo tidak dapat beroperasi melalui jalur Malang. Sebagai alternatif, perjalanan wisata di alihkan melalui pintu masuk Pasuruan. Meskipun jalur tersebut masih dapat digunakan, waktu tempuh menjadi lebih panjang.
Selain itu, biaya operasional para pelaku usaha wisata turut meningkat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Namun demikian, pengalihan jalur tetap di anggap sebagai langkah terbaik demi menjamin keselamatan.
Kondisi Warga dan Lingkungan Sekitar
Di tengah dampak yang di timbulkan, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa longsor ini. Hal tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat. Warga Desa Gubukklakah dan sekitarnya pun turut ambil bagian dalam kerja bakti.
Dengan semangat gotong royong, warga membantu membersihkan material longsor bersama petugas. Keterlibatan masyarakat di nilai mempercepat proses pemulihan akses. Selain itu, koordinasi antar pihak berjalan dengan cukup baik.
Di sisi lain, warga diimbau untuk tetap waspada. Potensi bencana susulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan terus di sampaikan kepada masyarakat sekitar.
Harapan Pemulihan dan Mitigasi Berkelanjutan
Di harapkan akses menuju Gunung Bromo melalui Malang dapat segera di buka kembali. Proses pemulihan masih terus berjalan hingga kondisi di nyatakan aman. Evaluasi menyeluruh terhadap stabilitas tebing menjadi bagian penting dari tahapan ini.
Dengan demikian, kejadian longsor ini menjadi pengingat penting akan perlunya mitigasi bencana yang berkelanjutan. Perbaikan sistem drainase, penguatan lereng, serta pemantauan cuaca perlu terus di tingkatkan. Langkah tersebut penting untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan akses wisata.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata di harapkan semakin kuat. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan jalur wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, khususnya menuju kawasan unggulan seperti Gunung Bromo.