AC Milan – kembali menegaskan eksistensinya di papan atas Liga Italia musim 2025/2026. Rossoneri sukses merebut posisi puncak klasemen setelah meraih kemenangan penting atas Cagliari. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Unipol Domus, Cagliari, pada Sabtu dini hari WIB, 3 Januari 2026.
Kemenangan ini memiliki arti strategis. Selain menambah poin, hasil tersebut membuat Milan kembali mengungguli rival terdekatnya, Inter Milan. Persaingan papan atas pun semakin ketat seiring berjalannya musim.

Pemain AC Milan, Rafael Leao , Sumber : Instagram @acmilan
Gol Rafael Leao Menjadi Penentu Kemenangan
Pembeda dalam laga ini hadir di awal babak kedua. Rafael Leao mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50. Gol tersebut lahir dari penyelesaian yang efektif di dalam kotak penalti. Sebelumnya, Milan kesulitan menembus pertahanan lawan. Namun setelah jeda, intensitas serangan meningkat.
Umpan terukur dari Adrien Rabiot menjadi awal terciptanya gol tunggal tersebut. Dengan gol ini, Leao kembali menunjukkan perannya sebagai pemain kunci. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari gol, tetapi juga dari pergerakan tanpa bola yang konsisten merepotkan lawan.
Dampak Hasil Laga terhadap Klasemen
Tambahan tiga poin membawa AC Milan mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan. Raihan tersebut cukup untuk menempatkan mereka di puncak klasemen sementara Serie A. Milan unggul dua poin atas Inter Milan yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Cagliari belum mampu memperbaiki posisi secara signifikan. Tim tuan rumah masih tertahan di peringkat ke-14 dengan total 18 poin dari 18 laga. Posisi tersebut menuntut konsistensi lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Cagliari Tampil Berani di Babak Pertama
Sejak awal laga, Cagliari menunjukkan keberanian. Bermain di kandang sendiri, mereka mencoba menekan lebih dulu. Peluang sempat tercipta melalui sepakan Marco Palestra, meski belum membahayakan gawang Milan.
Namun demikian, penguasaan bola lebih banyak dimiliki tim tamu. Milan berusaha mengatur tempo permainan. Serangan dibangun secara bertahap dari lini tengah. Meski begitu, efektivitas serangan Milan di babak pertama masih terbatas. Lini belakang Cagliari tampil cukup disiplin. Alhasil, skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Perubahan Strategi Milan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pendekatan permainan Milan berubah. Serangan di arahkan lebih cepat ke area pertahanan lawan. Transisi dari bertahan ke menyerang juga terlihat lebih rapi.
Gol Leao menjadi hasil dari perubahan tersebut. Setelah unggul, Milan bermain lebih tenang. Penguasaan bola di jaga dengan baik. Fokus utama di arahkan pada keseimbangan antar lini. Di sisi lain, Cagliari mencoba merespons. Intensitas serangan di tingkatkan. Namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
Debut Niclas Fullkrug Bersama AC Milan
Pertandingan ini juga mencatatkan momen penting lainnya. Niclas Fullkrug menjalani debutnya bersama AC Milan. Penyerang asal Jerman tersebut masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Kehadirannya memberikan variasi serangan. Postur dan gaya bermainnya membuka ruang bagi rekan setim. Meski belum mencetak gol, kontribusinya terlihat dari tekanan terhadap lini belakang Cagliari. Debut ini menjadi langkah awal bagi Fullkrug untuk beradaptasi dengan sepak bola Italia.
Solidnya Lini Pertahanan Rossoneri
Setelah tertinggal, Cagliari meningkatkan agresivitas. Beberapa peluang berhasil diciptakan. Namun pertahanan Milan tampil solid. Koordinasi antar pemain berjalan efektif. Blok pertahanan yang rapat membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Modal Penting Menuju Perebutan Gelar
Kemenangan ini mempertegas konsistensi AC Milan musim ini. Selain kembali ke puncak klasemen, performa tim menunjukkan stabilitas yang di butuhkan dalam perburuan gelar. Dengan jadwal yang masih panjang, hasil ini menjadi modal penting. Milan kini berada dalam posisi ideal untuk menjaga momentum dan menghadapi persaingan ketat Serie A 2025/2026.