Perkembangan kendaraan listrik global mendorong produsen otomotif untuk terus berinovasi. Di tengah persaingan yang semakin ketat, BYD mengambil langkah strategis baru. Perusahaan otomotif asal China tersebut di kabarkan tengah mempersiapkan sub-merek khusus. Fokus utamanya adalah kendaraan operasional atau fleet.

Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan bisnis BYD. Tidak hanya mengandalkan pasar konsumen individu, perusahaan kini menargetkan sektor transportasi berbasis aplikasi. Segmen ini mencakup taksi online dan armada komersial. Kebutuhan utamanya adalah efisiensi, daya tahan, serta biaya operasional yang rendah.

Oleh karena itu, BYD memperkenalkan sub-merek bernama Linghui. Kehadiran merek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang sangat spesifik. Dengan pemisahan merek, BYD tetap dapat menjaga citra kendaraan listrik kelas menengah atas.

Dasar Regulasi dan Legalitas Linghui

Keberadaan Linghui pertama kali terungkap melalui dokumen resmi. Dokumen tersebut di ajukan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Dalam berkas itu, BYD mendaftarkan logo Linghui secara resmi.

Selain logo, BYD juga mencantumkan empat model kendaraan. Seluruh model tersebut diproyeksikan untuk kebutuhan operasional. Fakta ini memperkuat indikasi bahwa Linghui bukan proyek eksperimental. Sebaliknya, merek ini di siapkan sebagai lini bisnis jangka panjang.

Dengan dasar regulasi yang jelas, peluncuran Linghui di prediksi akan berjalan sistematis. Hal ini juga memberi kepercayaan lebih bagi pelaku industri transportasi. Terutama bagi operator armada berskala besar.

Linghui e9 sebagai Tulang Punggung Armada Premium

Salah satu model yang paling menonjol adalah Linghui e9. Sedan listrik ini di kembangkan dari platform BYD Han. Namun, desain dan spesifikasinya di sesuaikan untuk penggunaan intensif.

Dari sisi ukuran, Linghui e9 tergolong besar. Panjangnya hampir lima meter. Dimensi ini memberikan ruang kabin yang lega. Kenyamanan penumpang pun tetap terjaga.

Selain itu, Linghui e9 di tawarkan dalam dua pilihan motor listrik. Opsi tenaga maksimalnya mencapai 135 kW dan 150 kW. Kombinasi ini memungkinkan performa stabil tanpa mengorbankan efisiensi energi. Bagi armada taksi online, karakteristik ini menjadi nilai tambah.

Strategi BYD menghadirkan mobil listrik untuk taksi online dan armada komersial

Linghui, sub brand baru BYD.

Pilihan Efisien Melalui Linghui e7 dan e5

Di segmen menengah, BYD menghadirkan Linghui e7. Model ini memiliki desain yang lebih ringkas. Meski demikian, identitas visual khas BYD tetap di pertahankan. Linghui e7 tersedia dengan dua opsi tenaga. Pilihan 100 kW dan 130 kW memungkinkan fleksibilitas penggunaan. Operator armada dapat menyesuaikan dengan kebutuhan rute dan beban kerja kendaraan.

Selanjutnya, terdapat Linghui e5. Model ini berbasis Qin Plus EV. Fokus utamanya adalah efisiensi biaya. Satu motor listrik digunakan untuk menunjang mobilitas perkotaan. Konsumsi energi yang rendah menjadi keunggulan utama Linghui e5. Oleh sebab itu, model ini di prediksi akan banyak digunakan sebagai kendaraan operasional harian.

Linghui M9 dan Solusi Hybrid untuk Jarak Jauh

Berbeda dari model lainnya, Linghui M9 mengusung teknologi plug-in hybrid. Kendaraan ini di kembangkan dari basis BYD Xia. Kombinasi mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik 200 kW memberikan fleksibilitas lebih luas.

Pendekatan hybrid ini penting. Terutama untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Dengan demikian, Linghui M9 dapat digunakan untuk rute jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan energi.

Selain itu, sistem hybrid membantu menjaga efisiensi bahan bakar. Emisi juga tetap lebih rendah di banding kendaraan konvensional.

Dampak Strategis bagi Industri Transportasi Listrik

Secara keseluruhan, kehadiran Linghui mempertegas arah baru BYD. Perusahaan tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi. Namun juga pada segmentasi pasar yang tepat.

Pasar armada komersial memiliki karakteristik berbeda. Tingkat penggunaan kendaraan sangat tinggi. Oleh karena itu, keandalan dan biaya operasional menjadi faktor utama. Melalui Linghui, BYD mencoba menjawab tantangan tersebut.

Pada akhirnya, strategi ini berpotensi memperkuat posisi BYD di industri kendaraan listrik global. Di saat yang sama, transformasi transportasi berbasis aplikasi dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.