Kebakaran Gambir – Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026). Insiden tersebut tidak hanya berdampak pada rumah penduduk, tetapi juga mengenai sebuah gedung kosong yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setelah api berhasil di kendalikan, petugas pemadam kebakaran melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan bahwa petugas telah memasuki tahap pendinginan atau overhaul. Tahapan ini dilakukan dengan memeriksa dan membongkar sejumlah bagian yang di anggap berpotensi menyimpan panas maupun bara api.
Langkah tersebut penting karena material yang tertumpuk di dalam bangunan dapat menyimpan panas meskipun kobaran api sudah tidak terlihat. Apabila tidak di periksa secara menyeluruh, bara yang tersisa berpotensi kembali membesar.
Titik Api Di Temukan di Lantai 13
Dalam proses pemeriksaan lanjutan, petugas masih menemukan titik api di lantai 13 gedung kosong tersebut. Tim pemadam kemudian bergerak untuk memadamkan sumber api yang tersisa agar kondisi bangunan benar-benar aman.
Bayu mengatakan petugas sempat menemukan satu timbunan yang masih terbakar. Tim di lapangan kemudian berhasil menangani titik tersebut.
Petugas selanjutnya tetap melakukan pemeriksaan pada sejumlah bagian bangunan. Upaya ini bertujuan mencegah munculnya kembali kobaran api setelah operasi pemadaman utama selesai dilakukan.
Proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada bangunan bertingkat. Petugas perlu memastikan setiap area yang sebelumnya terdampak panas telah berada dalam kondisi aman sebelum operasi di nyatakan selesai.
Akses Gedung Menjadi Kendala Pemadaman
Selain menghadapi titik api yang berada di lantai atas, tim pemadam juga menemui kendala akibat sulitnya akses menuju gedung. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan upaya tambahan dari personel di lapangan.
Petugas sempat berusaha menggunakan kendaraan bronto skylift untuk menjangkau bagian gedung yang terbakar. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat masuk ke area yang di perlukan karena keterbatasan akses.
Situasi itu membuat petugas harus mengubah strategi pemadaman. Mereka akhirnya melakukan penanganan secara manual untuk mencapai titik kebakaran di bagian atas gedung.
Keterbatasan akses tidak menghentikan operasi. Seluruh personel yang berada di lokasi di kerahkan untuk membantu proses pemadaman sekaligus memastikan api tidak menyebar lebih jauh.
Petugas Gunakan Tangga untuk Menjangkau Bangunan
Karena bronto skylift tidak dapat menjangkau lokasi, petugas memanfaatkan tangga yang tersedia. Salah satu peralatan yang di gunakan adalah single ladder untuk membantu personel naik menuju bagian gedung yang membutuhkan penanganan.
Petugas bekerja secara bersama-sama untuk mencapai lokasi api dan melakukan pemadaman. Metode manual tersebut menjadi pilihan karena kondisi di sekitar bangunan tidak memungkinkan penggunaan kendaraan pemadam tertentu secara maksimal.
Setelah titik api berhasil di kendalikan, tim tetap berada di lokasi untuk menjalankan proses pendinginan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi kemungkinan adanya bara tersembunyi di balik material bangunan.
Sebanyak 114 Rumah Terdampak Kebakaran Gambir
Dampak kebakaran juga di rasakan warga yang tinggal di permukiman sekitar kawasan Gambir. Berdasarkan informasi yang tersedia di lokasi hingga Senin (31/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 114 rumah tercatat terdampak peristiwa tersebut.
Jumlah warga yang terkena dampak mencapai 880 orang dari 310 kartu keluarga (KK). Besarnya jumlah rumah dan warga terdampak menunjukkan luasnya pengaruh kebakaran terhadap permukiman di kawasan tersebut.
Kebakaran pertama kali di laporkan warga kepada petugas pemadam pada pukul 13.40 WIB. Setelah menerima laporan, tim segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Operasi pemadaman mulai berlangsung sekitar pukul 13.46 WIB atau sekitar enam menit setelah laporan di terima. Personel kemudian berupaya mengendalikan kobaran api yang mengenai kawasan permukiman serta gedung kosong di sekitar lokasi.
Pendinginan Dilakukan untuk Cegah Api Kembali Muncul
Meski kobaran utama telah berhasil di tangani, pekerjaan petugas belum langsung berakhir. Tim Gulkarmat DKI Jakarta masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan pada area yang sebelumnya terbakar.
Perhatian khusus di berikan pada gedung kosong karena titik api sempat di temukan di lantai 13. Petugas perlu memastikan tidak ada material panas maupun bara yang tersembunyi dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Kendala akses menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut. Kendati demikian, petugas tetap melanjutkan penanganan menggunakan peralatan yang dapat menjangkau bangunan secara manual.
Hingga tahap pendinginan berlangsung, petugas terus menyisir lokasi untuk memastikan situasi benar-benar terkendali. Penanganan menyeluruh di perlukan mengingat kebakaran tersebut telah berdampak pada 114 rumah serta ratusan warga di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.