Arus balik setelah libur Tahun Baru 2026 menunjukkan peningkatan nyata di berbagai akses utama menuju wilayah Jabotabek. Kondisi ini muncul seiring berakhirnya masa libur panjang dan dimulainya kembali aktivitas kerja serta pendidikan. Akibatnya, pergerakan kendaraan menuju kawasan metropolitan meningkat dalam waktu yang relatif singkat.
Selain itu, jalur tol kembali memainkan peran penting sebagai penghubung utama antardaerah. Peningkatan volume kendaraan mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi jalan selama periode pascalibur nasional.
Data Arus Balik Berdasarkan Catatan Jasa Marga
Jasa Marga mencatat sebanyak 155.596 kendaraan kembali memasuki wilayah Jabotabek. Selama periode arus balik Tahun Baru 2026. Periode pencatatan berlangsung sejak Kamis, 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB hingga Jumat, 2 Januari 2026 pukul 06.00 WIB. Angka tersebut menggambarkan intensitas mobilitas masyarakat dalam satu hari penuh.
Sementara itu, Jasa Marga mengumpulkan data dari empat gerbang tol utama yang menjadi akses masuk ke Jabotabek. Gerbang tersebut meliputi GT Cikupa dari arah Merak, GT Ciawi dari arah Puncak, GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa, serta GT Kalihurip Utama dari arah Bandung. Keempat titik ini secara konsisten mencerminkan pola arus balik nasional.
Jika dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang mencapai 135.141 kendaraa. Arus balik Tahun Baru 2026 mengalami kenaikan sekitar 15,14 persen. Oleh karena itu, lonjakan ini menunjukkan dampak langsung libur panjang terhadap mobilitas kendaraan pribadi.

Cikampek Utama 2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).(Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk)
Berakhirnya Diskon Tol dan Dampaknya terhadap Perjalanan
Sebelum arus balik berlangsung, Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 20 persen. Di sejumlah ruas strategis Trans Jawa dan Trans Sumatra. Kebijakan tersebut berlaku pada 22, 23, dan 31 Desember 2025. Program ini mendorong masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih fleksibel selama libur akhir tahun.
Namun demikian, saat arus balik Tahun Baru 2026 terjadi. Program diskon tarif tol telah berakhir. Meski begitu, volume kendaraan tetap meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan kembali bekerja menjadi faktor utama. Pergerakan masyarakat, terlepas dari adanya insentif tarif.
Arus Balik dari Arah Timur dan Bandung Mendominasi
Di sisi lain, distribusi kendaraan yang masuk ke Jabotabek didominasi oleh arus dari arah Timur. Termasuk jalur Trans Jawa dan Bandung. Total kendaraan dari jalur ini mencapai 71.301 unit atau sekitar 45,82 persen dari keseluruhan arus balik.
GT Cikampek Utama mencatat sebanyak 33.990 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 28,14 persen di bandingkan kondisi normal. Sementara itu, GT Kalihurip Utama dilalui oleh 37.311 kendaraan dengan kenaikan mencapai 35,73 persen. Dengan demikian, kedua gerbang tol ini menjadi kontributor utama kepadatan lalu lintas.
Secara keseluruhan, arus balik dari jalur Timur mengalami peningkatan hingga 32 persen di bandingkan hari biasa. Oleh sebab itu, pengelola jalan tol perlu menyiapkan skema pengaturan lalu lintas yang adaptif.
Lonjakan Kendaraan dari Arah Selatan Melalui GT Ciawi
Selain arus dari Timur, jalur Selatan melalui GT Ciawi juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 43.491 kendaraan melintas melalui gerbang tol ini. Angka tersebut setara dengan 27,95 persen dari total volume arus balik menuju Jabotabek.
Peningkatan ini mencapai sekitar 33,03 persen di bandingkan lalu lintas normal. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan tingginya kunjungan wisata ke kawasan Puncak selama libur Tahun Baru. Akibatnya, arus balik dari wilayah ini meningkat tajam setelah masa liburan berakhir.
Arus Balik dari Arah Barat Cenderung Lebih Stabil
Berbeda dengan jalur lainnya, arus balik dari arah Barat melalui GT Cikupa menunjukkan tren yang lebih rendah. Jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Merak tercatat sebanyak 40.804 unit. Kontribusi jalur ini mencapai sekitar 26,22 persen dari total arus balik.
Menariknya, volume kendaraan dari arah Barat justru menurun sekitar 15,75 persen dibandingkan hari normal. Dengan demikian, jalur Merak memberikan tekanan lalu lintas yang relatif lebih ringan di bandingkan jalur lainnya.
Kesimpulan
Secara umum, arus balik libur Tahun Baru 2026 menuju Jabotabek mengalami peningkatan signifikan. Jalur dari arah Timur dan Selatan menjadi penyumbang utama lonjakan kendaraan. Sementara itu, arus dari Barat cenderung lebih terkendali. Data ini dapat menjadi referensi penting bagi pengelolaan lalu lintas pada periode libur nasional berikutnya.